087 : Exincendium.

1.8K 250 445
                                        




Mengingatkan lagi kalo aku update terjadwal buat meriahin Arirang, JADI TOLONG UNTUK VOTE BANGTAN. Ayo kencengin vote di AMAs, hari ini turbo voting perkategori bar.

300 comment untuk buka next chapter ♥♥






[!] bgm, let the world burn; typo; pengulangan kata.

;:;:;:;

Jimin berlari secepat mungkin dari yang ia bisa untuk kembali ke area tempur pelabuhan, bias mentari telah muncul dari ujung perairan menerangi tiap langkah, kala tiba di tempat itu ... seluruh geraknya usai. 

Jimin terpaku pada seseorang yang berdiri membelakangi; menghadap puluhan Ksatria yang terluka dan menjadi mayat-mayat.

Napas Jimin tercekat di kerongkongan, seketika bersimpuh, menekuk satu lutut seraya menunduk hormat diikuti sisa-sisa Ksatria yang selamat.

"Meine seele gehort dir, My Miloard!" (Nyawaku adalah milikmu, Tuanku) tegas Jimin.

Bersambut suara Ksatria Neraka yang bersahut-sahutan menggetarkan tanah; "Meine seele gehort dir, My Miloard!" menyambut keberadaan Sang Pangeran—berdiri di sana; semilir angin menerbangkan helaian merahnya, sementara graham itu mengencang dengan netra menyala menunjukan pada mereka semua ... kengerian dari gradasi merah-hijau yang mencekam.

.

.

.

Jimin tau—tidak, semua Kastria Neraka mampu melihat meski dalam tunduk, apabila energi Sang Pangeran sangatlah kacau.

Tapi sebagai Kasta Mirknis yang dipilih langsung oleh Sang Hades, Jimin adalah satu-satunya di antara mereka yang berani meminta Sang Pangeran untuk kembali ke Neraka. 

"Tae ...," Jimin segera bangkit kala melihat Taehyung melangkah dari posisi, sekembar obsidiannya berpendar risau sarat kekhawatiran. 

Memang sudah terlampau lama ia mengabaikan prosedur penghormatan saat bersama Taehyung, namun ia tak pernah menyisihkannya di hadapan pasukan, jadi, hanya kali ini Jimin tak berpegang pada etiket ... karena Sang Pangeran jelas-jelas mengabaikan mereka.

Gradasi mata yang menyala terkunci lurus ke jejak-jejak kepergian Si Werewolf yang kian samar.

"Taehyungie!" Jimin menjegal pergelangan itu cukup kasar dan kuat. 

Jimin tau dirinya sedang berjudi.

Entah Taehyung akan melihatnya sebagai sahabat atau makhluk rendahan.

Maka ketika Taehyung menghantarkan lava panas ke seluruh nadi, "Akh!" Jimin yang reflek melepas genggaman itu jelas mendapatkan jawaban.

Napas Incubus muda ini tertahan di leher, berat, telapak kanannya melepuh. Namun ia enggan menyerah; bahkan ancaman mati tak bisa membuatnya mundur untuk kestabilan hidup Sang Pangeran.  

Menyadari Taehyung tak bisa berteleport, Jimin berlari dan mencegat jalan, mendongak sambil mengusap telapak dengan ibu jari kiri, "Kau harus pulang, Taehyungie."

YaGook AcademyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang