Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Semoga kamu suka sama ceritanya, dan makasi banget karena mau nerima tulisan gabutku ini. Asli deh kau ga paham seberapa seneng aku dibolehin naro cerita ini akun ✨️SEORANG SANÉ✨️
I meant it, gurl— thank you so much. Eniwei, I present to you ;) Tomorrow Tonightㅡ by. mynameis_lee Enjoy!
*
"Cantik, pulang ama Abang mau?" seloroh wajah menggoda dari Chaeyoung.
"Geli ah, Chaeng!" Lisa langsung dorong wajah Chaeyoung menjauh.
"Ayolah, pulang ke rumah gue. Temenin gue malam ini." bujuk Chaeyoung lagi.
"Nggak maooooo! Lo tuh mesum!" Lisa masih geli-geli sedap kalau berhadapan dengan dominan satu ini.
Bukannya tersinggung— si Bule malah senyum creepy, "Tau dari mana kalau gue mesum, hm?" Chaeyoung masih nyodorin wajahnya lagi.
Kali ini Lisa gak ngedorong wajah temennya itu. Dia cuma diem, natap balik wajah Chaeyoung yang jaraknya cuma tiga inci dari hadapannya itu.
"Huff..." Lisa niup pelan wajah Chaeyoung, "Pergi sana, kalo lo cuma pengen cari selinganㅡgue gak available." lanjutnya.
Si Bule gak ngasih tanggapan perihal omongan Lisa barusan, tapi kalimat itu berhasil ngebuat Chaeyoung narik badannya menjauh dari Lisa.
Lisa heran— tumben banget nih Chaeyoung menyerah tanpa syarat, mana orangnya langsung diem dan duduk anteng ㅡheran aja sih; bukan nyesel apalagi ngerasa bersalah.
Gak ambil pusing soal Chaeyoung yang lagi mode— jinak. Lisa langsung memanfaatkan kesempatan itu buat regangin badannya, pegal. Karena demi Tuhan— Chaeyoung udah nindih badannya setengah jam lebihㅡ heran.
Baru juga lima menit bebas, si Bule udah balik dengan gaya andalan: mode om-om mesum.
"Kalau sekarang, udah available belum?" tanya Chaeyoung, masih berusaha ternyata.
"Ck! Chaengggg!"decak Lisa; sebal sekali agaknya.
"Jangan ada kekerasan di rumah ini." suara Jisoo tiba-tiba muncul. Tenang— tanpa perlu teriak dua bocah itu juga udah takut kok. Bocah yang udah bisa bikin bocah tepatnya!
"Jisoonnie! Chaeyoung ganggu aku terus!" Lisa ngadu sambil nyamperin Jisoo duluan.
"Chaeyoung-ah." Jisoo noleh ke Chaeyoung— yang bales nampilin senyum lima jari.
"Aku gak ngapa-ngapain, unnie." Chaeyoung ngedipin mata nakalnya— sementara Jisoo cuma muter bola matanya; males.
Cewek tertua itu geleng-geleng ngeliat kelakukan duo maknae di grup mereka. Memang selalu begitu dan akan selalu begitu— biasanya baru berhenti kalau salah satunya ada yang nangis, atau minimal ada yang memar dikit.
Jisoo jalan ke arah dapur. Mereka lagi ngumpul di Apartemen Jisoo— setelah sekian lama mencar dan sibuk dengan kerjaan masing-masing. Akhirnya di hari Anniversary ke-10 BLACKPINK bisa juga kumpul formasi lengkap.
"Itu.. gapapa tuh, mereka dibiarin berdua kayak gitu?" Jennie nanya, setelah sekian menit ada disekitar sana.
Ya emang sih mereka udah lama gak kumpul berempat gini, bisa dihitung jari juga ketemu salah satu member dalam kurun waktu yang cukup lama— jadi pas ngeliat duo maknae grup itu nempel banget kayak perangko Jennie jadi rada was-was.
"Gapapaa." jawab Jisoo santai, sambil ngibasin tangannya,"Selama Chaeyoungie gak ditaro satu ruangan berdua doang sama kamu, aman kok." lanjutnya.
Mata kucing Jennie langsung aktif. "Maksudnya?"
Jisoo senyum, tangannya lanjut ngeberesin alat makan yang mereka pakai tadi. Gak niat untuk nanggepin nada tersinggung Jennie barusan.
Tapi Jennie masih nunggu jawaban dari cewek berbibir hati itu— walaupun dia sendiri paham maksud dan arah pembicaraan Jisoo. Tapi tetep aja! Jennie kan pengen denger langsung dari mulutnya Jisoo.
"Rosie tuh, selalu jaga jarak." ucap Jennie pelan— gak tau kenapa mulutnya tiba-tiba ngomong begitu, "Apalagi kalau udah terlalu dekat." suaranya lebih pelan.
Di detik itu, Jennie gak tau tujuan dia ngomong begitu karena pengen Jisoo dengar atau malah untuk dirinya sendiri. Jennie tersenyum getir, "Menghindar pas ada yang rumit— gak mau ribet, langsung mundur duluan." lanjutnya sepelan mungkin.