Hari kedua setelah Bang Ajat memberikan rencana serangan terakhir untuk Olay. Ajat meminta Olay agar membiarkan anak buahnya berpesta satu malam sebelum hari penyerangan, sebagai upaya menaikkan moral dan menurunkan kewaspadaan lawan.
"Gua nggak akan kasih pesta lagi, bang. Belum ada jaminan kita akan dapat kemenangan penuh besok. Mereka harus fokus, bukan mabuk!" tolak Olay
Ajat mencondongkan tubuh, bau asap rokok memenuhi ruang napas Olay. "Dengar, Lay! Apa yang sudah lu raih selama dua bulan ini? Lu bisa bertahan dari Renggo. Itu semua karena kesuksesan rencana yang gua buat!" Ajat menekankan setiap kata. "Gua tahu cara kerja mereka. Pesta itu bagian dari strategi psikologis! Mereka akan lengah kalau kita keliatan santai. ikutin kata gua atau lu balik ke neraka lu!"
"Ba... Baik, Bang. Lo atur. Tapi jangan ada yang terlambat besok pagi." Jakun Olay bergerak naik turun sebelum membuang pandangan ke lantai.
Ajat mematikan puntung rokoknya perlahan di atas asbak, matanya menatap Olay tanpa berkedip. "Besok... Anak buah lu bangun bukan buat perang."
Olay mengernyit.
Musik keras, alkohol tumpah ruah, dan tawa histeris memenuhi ruangan. Di sudut ruangan, dua anak buah Wild Liar beradu panco di atas meja kayu. Sorak-sorai terdengar setiap kali salah satu hampir kalah. Di sisi lain, beberapa orang bernyanyi sumbang mengikuti dentuman musik, botol-botol kaca saling beradu hingga pecah di lantai semen.
Seorang anak buah menaikkan volume speaker sampai dinding markas ikut bergetar. Bau alkohol, asap rokok, dan keringat bercampur menjadi satu.
Di tengah keramaian, Obi mondar-mandir membawa peti minuman, sesekali menuangkan isi botol ke gelas Olay sebelum gelas sempat kosong.
Ajat tetap duduk di sudut ruangan. Tatapannya berkeliling mengamati wajah-wajah yang mulai kehilangan kewaspadaan satu per satu.
Pukul 22:00. Ruang operasional Polres Tangerang Selatan pengap oleh kepulan asap rokok yang menggantung statis di bawah pendar lampu neon. Di tengah ruangan, sebuah peta besar terbentang, permukaannya penuh dengan coretan spidol merah dan pin yang menancap seperti luka.
Satu per satu anggota memasuki ruang operasional, mengenakan rompi antipeluru. Bunyi perekat velcro yang ditarik bergantian memenuhi ruangan. Beberapa personel memeriksa magasin, memastikan HT berada di frekuensi yang sama, yang lain membagikan lembar pembagian sektor kepada masing-masing komandan regu.
Di luar ruangan, deretan kendaraan taktis sudah dipanaskan. Mesin diesel meraung pelan, menunggu aba-aba keberangkatan.
Gilang memasuki ruangan, seluruh percakapan terputus. Ia berdiri di ujung meja, wajahnya lebih kaku dari biasanya. Cahaya dari lampu proyektor menimpa separuh wajahnya, bayangan tajam menyembunyikan matanya yang lelah, tatapan dingin terkunci ke koordinat di layar.
Ia mengangkat tongkat penunjuk, mengetuk keras ke titik-titik yang disorot cahaya proyektor. Suara ketukannya bergema di ruangan yang mendadak senyap.
"Gak ada ampun buat malam ini," suara Gilang rendah memotong keheningan. "Kita masuk lewat rute yang mereka anggap paling aman. Sikat habis semua markas Wild Liar yang tersisa. Jangan kasih ruang buat napas, apalagi buat lari."
Ia menatap satu per satu anak buahnya yang berdiri tegak dalam balutan rompi taktis hitam. Senjata-senjata otomatis yang tersampir di bahu mereka berkilat tertimpa cahaya.
"Vipers satu, Vipers dua, serang dua wilayah di Pamulang! Vipers tiga, empat, lima, serang tiga wilayah di Pondok Aren! Vipers enam dan tujuh, serang dua wilayah di Ciputat! Viper delapan, sembilan, serang dua wilayah di Serpong Utara! Vipers sepuluh, sebelas, dua belas, serang tiga wilayah di Ciputat Timur! Sisanya serang satu wilayah di Setu!" Gilang memberi instruksi, menutupi semua markas Wild Liar secara serentak.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRILOGY SATU TITIK [COMPLETE]
ActionTRILOGY SATU TITIK "Akan datang satu titik di mana keputusanmu yang akan menentukan jalan hidupmu. Titikmu dan titikku tidak akan pernah sama." BUKU 1 : SATU TITIK (PROLOG - BAB 40) BUKU 2 : SATU TITIK PERSIMPANGAN (BAB 41-86) BUKU 3 : SATU TITIK...
![TRILOGY SATU TITIK [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/220144956-64-k175150.jpg)