40. HAIL HYDRA

57 10 0
                                        

Maret 2014

Setengah tahun setelah Robi menyusup ke Wild Liar dengan nama samaran Obi, wilayah Black Ribal di bawah kepemimpinan Renggo semakin meluas dan terorganisir. Renggo  sudah memiliki enam ketua wilayah yang loyal dan agresif. Jon, ketua wilayah Setu, Baron ketua wilayah Serpong Utara, Kuple ketua wilayah Ciputat Timur, Entus dan Jek ketua wilayah Pondok Aren, serta Calink ketua wilayah Ciputat.

Robi yang kini sudah dipercaya dan bergerak bebas di lingkar dalam Wild Liar, memberi info pada Renggo bahwa Wild Liar akan melakukan penyerangan dadakan ke wilayah Ciputat. Renggo sampai di Ciputat, ia hanya menemukan Calink yang bersimbah darah di tengah kepungan Wild Liar, tangan kanannya masih mencengkeram erat leher musuhnya meski nyawanya sendiri sudah di ujung tanduk.

Calink dalam kegilaannya mempertahankan wilayah, berhasil membunuh ketua wilayah Ciputat dari Wild Liar sebelum ia tewas. Karena berhasil merebut wilayah Ciputat dan melihat keberaniannya di lapangan, Olay mengangkat Robi menjadi ketua wilayah Ciputat, menggantikan ketua sebelumnya.

***

September 2014

Renggo menemui Robi, melampiaskan kekecewaannya karena kegagalan Robi memberi info penyerangan Wild Liar ke wilayah Ciputat Timur. Kegagalan itu mengakibatkan kematian Rojak, dan direbutnya salah satu area di wilayah Kuple.

Robi mencengkeram kerah baju Renggo dengan tangan gemetar. "Si gila itu nggak lapor ke Olay, Zal! Dia gerak sendiri karena haus wilayah. Gua nggak bisa baca pikiran orang yang main di luar rencana"

Seminggu kemudian, berkat info yang jauh lebih akurat dari Robi, Renggo melakukan serangan balik besar-besaran ke wilayah Wild Liar secara serentak. Walaupun Kuple tewas akibat penyerangan tersebut, Renggo berhasil merebut wilayah Wild Liar.

***

Black Ribal dan Wild Liar terlibat dalam perang gesekan yang konstan, sementara Robi terus naik dalam hierarki Wild Liar.

Renggo kembali menemui Robi di sebuah gudang terbengkalai. Pertemuan mereka dipicu kasus pemerkosaan Chacha di club yang dikuasai Wild Liar. Renggo yang kalap dan emosinya meledak karena mengetahui kehancuran hidup Chacha, melampiaskan amarahnya pada Robi.

"Goblog! Gara-gara lo kecolongan, Chacha diperkosa!" teriak Renggo, memukul wajah Robi bertubi-tubi.

"Jangan diam aja, anjing! Lawan gue!" perintah Renggo, melihat Robi tidak melawan.

"Maaf, Zal, gue kecolongan," sahut Robi, suaranya parau.

"Gua nggak butuh maaf lo! Sekarang lawan gua!" perintah Renggo lagi.

Robi menyeka darah di bibirnya. Ia menatap mata merah Renggo. Robi bangkit, melayangkan pukulan balik.

Sepuluh menit berlalu. Renggo duduk di samping tubuh Robi yang terkapar namun masih sadarkan diri. Keduanya kelelahan.

"Maaf, Bi. Gue harus lampiasin ke lo." Suara Renggo kembali lembut. Ia membakar rokok dan menyelipkannya ke mulut Robi.

"Maaf, Zal. Gue bisa kecolongan," sahut Robi, mengepulkan asap rokok dari mulutnya.

"Kejadian itu bukan di wilayah lo." Renggo menghisap rokoknya.

"Lo harus bantu balas dendam ke Olay. Gue harus matiin si Olay. Itu perintah!"

"Siap, Bos," Robi masih terbaring di samping Renggo.

***

Tiga minggu kemudian, Robi dan salah satu ketua wilayah diangkat menjadi pengawal Olay karena semakin banyak gempuran dari kepolisian dan Black Ribal ke wilayahnya. Robi semakin dekat dengan Olay, mendapat akses informasi tingkat tinggi.

TRILOGY SATU TITIK [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang