Chapter 39

17.5K 716 10
                                        

Author's POV

1 bulan kemudian..

Alena sedang berdiri sendirian di dalam kamarnya sambil menatap kearah luar jendela. Dia terlihat sangat bahagia saat ini. Kakaknya, Richard, telah menikah beberapa minggu yang lalu dan pindah ke tempat lain bersama istrinya, Carla. Pernikahan Alena dan David telah dibatalkan karena ditemukannya Jacob. David terlihat tak senang saat hal itu diberitahukan. Tetapi, ia berusaha untuk terlihat biasa saja.

Saat masih asik melihat kearah luar Kerajaan, pintu kamar Alena terbuka membuat Alena menoleh untuk melihat siapa yang datang. Saat melihatnya, Alena hanya tersenyum manis.

"Apa yang kau lakukan, Alena?" Tanya sosok pria yang baru datang itu sambil memeluk Alena dari belakang dan menempatkan kepalanya di lekukan leher Alena.

"Hanya melihat-lihat keadaan diluar Kerajaan." Jawab Alena tanpa menoleh.

"Benarkah? Bilang saja kalau kau sedang membayangkan wajahku yang tampan ini." Ujar sosok itu dengan nada usil yang membuat Alena berbalik dan mendengus kesal kearah pria itu.

"Heh, kau terlalu percaya diri, Jacob!" Ucap Alena dengan kesal kepada Jacob. Ya, sosok itu adalah Jacob. Dia sudah mendapatkan kembali ingatannya yang hilang karena berpura-pura akrab kepada keluarganya. Akhirnya, dia mengingat semuanya dan nama yang ia ingat adalah Bella Arnauld. Ya, wajar saja karena ia tak ada disana saat Alena menemukan Ibu kandungnya. Percaya atau tidak, Jacob baru dapat mengingat semuanya dengan jelas setelah berbicara dengan Richard, musuhnya dulu. Richard yang mengingatkan Jacob akan semuanya, termasuk seberapa besar cinta Alena kepadanya.

"Itu benar, kan? Ingat saja, saat dulu kau masih manusia kau terus-terusan memuji ketampananku ini." Ujar Jacob dengan sambil menyeringai jahil kepada Alena. Alena hanya mendecak kesal.

"Err.. Itu beda ceritanya!" Elak Alena.

"Apanya yang beda? Kau jelas-jelas bilang 'ah, aku tak menyangka dia akan semempesona ini.' Benar tidak?" Ucap Jacob lagi membuat Alena menunduk sambil mendecak kesal. Wajahnya sudah mulai memerah akibat malu.

"Aku menyesal sekarang karena kau mendapatkan ingatanmu kembali." Gumam Alena tetapi masih didengar oleh Jacob.

"Eh? Kau menyesal? Tapi, kau sendiri yang sangat perhatian kepadaku. Kau bahkan selalu datang ke kamarku untuk membawakanku makanan." Ucap Jacob lagi sambil menatap geli kearah Alena.

"Huh, sudahlah. Kau benar-benar menyebalkan. Pergi sana!" Alena berjalan kearah tempat tidurnya dan berbaring karena kesal dengan sikap Jacob yang menyebalkan.

Jacob hanya tersenyum kecil, lalu berjalan pelan kearah tempat tidur Alena dan duduk di ujung tempat tidur itu. Dia mengusap kepada Alena dengan penuh cinta.

"Aku memang menyebalkan, tetapi.. aku mencintaimu Alena. Aku sangat mencintaimu. Maafkan aku yang tidak menyadarinya sejak awal kita bertemu. Aku benar-benar menyesal telah mengatakan hal-hal kasar kepadamu dulu, Alena." Ucap Jacob dengan raut wajah penuh penyesalan kepada Alena. Alena langsung terduduk dan menangkup wajah Jacob di tangannya.

"Aku juga sangat mencintaimu, Jacob. Sudahlah, jamgan ingat lagi masa-masa yang sudah berlalu, masa lalu itu hanya untuk menguji seberapa besar cinta kita. Buktinya, sekarang kita baik-baik saja, bukan?" Ujar Alena dengan lembut kepada Jacob. Setelah itu, mereka pun berpelukan sambil menenangkan satu sama lain.

I am a Vampire?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang