Immortal Love - 2

7.9K 299 10
                                        

Siang itu setelah pulang sekolah Arka bergegas menuju perkebunan. Ia ditemani oleh pak Bandi, asisten ayahnya. Hari ini Ia ingin ke perkebunan dengan menaiki sepeda kesayangannya. Bukan tidak mau berjalan kaki, namun hari ini Ia ingin menikmati suasana perkebunan dengan berkeliling mengendarai sepeda.

"Apa ayah sudah berada disana om!?"

"Sepertinya hari ini tuan Arlha tidak ada diperkebunan den!!"

"Tidak ada disana!? Lalu kemana ayah!?"

"Beliau sedang ada urusan katanya!!"

"Ya sudah kalau begitu Arka sendiri saja om!! Arka ingin mengelilingi perkebunan teh dengan bersepeda!! Lebih baik om istirahat saja!!"

"Beneran tidak apa - apa den kalau sendirian!!"

"Iya tidak apa - apa!! Lagipula Arka kan sudah besar!! Om jangan khawatir!!" ucap Arka. Pak Bandi pun berlalu meninggalkan Arka yang tengah melihat ke sekeliling melihat pemandangan. Kemudian Arka mulai menaiki sepedanya dan melajukannya dengan perlahan menyusuri jalanan setapak demi setapak melewati perkebunan teh.

Di tempat yang berbeda terlihat Kinaya yang juga sedang mengendarai sepeda. Namun sepeda yang Ia kendarai terlihat oleng hingga membuatnya terjatuh ke tanah. Ia meringis kesakitan sambil memegangi lututnya yang terluka. Tanpa Ia sadari air matanya mengalir karna menahankan rasa sakit di lututnya.

"Kak Dimas, , , kakak dimana!? Hiks, , , hiks, , , hiks, , ,!!" Dari kejauhan Dimas berlari menghampiri adiknya yang terduduk menangis.

"Nay, , , kamu kenapa Nay!?" tanya sang kakak saat melihat adiknya menangis terduduk di tanah sambil memegangi lututnya.

"Sakit kak, , , ,!!" ucapnya disela isak tangisnya.

"Kau tunggu disini kakak akan mencari dedaunan yang bisa mengurangi rasa sakitnya!! Jangan kemana - mana ya!!? Tunggu disini!!" ucap Dimas. Kinaya hanya menganggukkan kepalanya saat Dimas memerintahkannya untuk tetap diam.

Saat berkeliling perkebunan, Arka melihat sebuah sepeda yang tergeletak di tanah hingga Ia memutuskan untuk menghentikan laju sepedanya. Ia turun dari sepedanya dan memarkirkan sepedanya untuk melihat dan mencari pemilik sepeda tersebut.

"Sepeda siapa ini!? Kenapa ada disini!!?" tanyanya yang lebih mengarah kepada dirinya sendiri. Saat Ia melangkahkan kakinya untuk mencari pemilik sepeda tersebut, Ia terkejut saat melihat seorang gadis kecil yang tengah menangis menahan rasa sakitnya. Ia mencoba mendekati gadis tersebut dan melihatnya lebih dekat lagi.

"Kau, , , kenapa!? Apa kau baik - baik saja!?" tanya Arka hati - hati yang sedikit membungkukkan badannya untuk melihat ke arah Kinaya. Sontak saja kehadiran Arka membuat Kinaya terkejut. Ia melihat Arka dan langsung tertunduk saat melihat Arka dan tak menghiraukan kehadirannya. Arka melihat tangan Kinaya yang memegangi lututnya. Ia kemudian berjongkok dan mencoba untuk melihat lutut Kinaya. Namun dengan cepat Kinaya menghindar karna Ia sedikit takut terlebih kepada orang yang sangat asing yang tak Ia kenal.

"Jangan takut!! Aku hanya ingin melihat keadaanmu saja!?" ucap Arka.

Namun Kinaya tetap diam dan malah memilih membenamkan kepalanya disela kedua kakinya untuk tidak melihat kearah Arka. Tak lama kemudian Dimas datang membawakan beberapa dedaunan kemudian menumbuknya untuk di oleskan di luka Kinaya.

"Ssssshhhttt, , ," ringis Kinaya dengan mengigit bibir bawahnya menahan perih di lututnya.

"Sudah tidak apa - apa!! Jangan menangis lagi ya!!? Lukanya akan segera sembuh!!" ucap Dimas menenangkan Kinaya. Kinaya menganggukkan kepalanya dengan pelan. Arka masih melihat kearah kedua kakak beradik itu dengan heran.

Immortal Love (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang