Immortal Love - 13

4.5K 192 6
                                        

Kinaya POV

Siang ini aku sedang bingung menentukan sesuatu dari sketsa gambar yang aku pegang. Aku bingung memilih tempat yang pas untuk tempat yang akan aku gunakan sebagai penentu hasil desain yang telah ku buat. Aku tak pernah merasakan ini sebelumnya. Kebingungan yang membuatku merasa begitu tak nyaman.

"Lan, , , coba kamu lihat bagaimana kalau ini kita letakkan ditempat ini!!?" tanyaku pada Lania sambil menunjukkan sesuatu di sketsa tersebut. Lania berdiri tak jauh dariku. Lania melihat sketsa itu dengan intens dan sedikit mengerutkan dahinya.

"Aku rasa disini akan lebih cocok Nay, , ,!!"

"Tidak Lan!! Jangan!! Karna itu nantinya akan menghambat cara kerjanya!"

"Tapi Nay, , , ini akan lebih bagus jika meletakkannya disini!!" ucap Lania sambil menunjukkan sesuatu kepada ku pada sebuah sketsa gambar yang sedang kami pegang.

"Lan ini tidak akan baik!! Semuanya nanti akan sangat menghambat!!"

"Nay cukup!! Bisa tidak sekali saja kamu mendengarkan pendapatku!" ucap Lania sambil menghela nafasnya dengan berat. Aku terkejut saat Lania mengucapkan kalimat itu. Kalimat yang tak pernah Ia ucapkan sebelumnya padaku. Apa Lania marah padaku karna aku tidak menerima pendapatnya.

"Lan!! Maaf kalau aku menyinggung perasaanmu!! Jujur aku tidak bermaksud mengabaikan dan tidak menerima pendapatmu!! Tapi menurutku apa yang kamu katakan itu tidak akan sesuai dengan keinginan klien kita!!" ucap ku sambil memohon maaf kepada Lania yang saat ini sedang kesal padaku. Hingga tanpa kami sadari seseorang mencoba untuk menengahi perdebatan anatar aku dan Lania.

"Ada apa ini!?"

"Oh pak Pradipta!! Maaf kami sedang berdebat sedikit mengenai ini!!" ucap Lania sambil menunjuk sesuatu pada sketsa gambar yang kami pegang. Pak Pradipta melirik ke arah jemari tangan Lania. Ia menatap kami yang ada dihadapannya saat ini.

"Apa yang diperdebatkan!?"

"Hanya hal kecil saja!!"

"Hal kecil!!? Kalau memang hal kecil kenapa sedari tadi kalian terus memperdebatkan hal yang tidak ada gunanya!? Bukan kah semua sudah jelas dalam sketsa itu!? Ini akan membuang - buang waktu!!"

"Maaf, , ,!! Saya yang memulainya!!" ucap ku sambil sedikit merundukkan kepala.

"Biar aku lihat!!" Aku menyerahkan sketsa yang ada di tanganku kepadanya. Dia melihatnya dan aku dapat melihat Ia sedikit mengerutkan dahinya lalu menatapku tajam yang kini ada dihadapannya.

"Apa ini yang kau perdebatkan dengan nona Lania!? Bukankah ini sudah jelas!? Bukan kah kau sendiri yang mendesainnya!?" Aku hanya menganggukkan kepalaku pelan.

"Kalau sudah seperti ini lalu kenapa kau ingin mengubahnya!?"

"Saya hanya ingin memperbaikinya agar terlihat lebih baik!! Bukankah anda meminta beberapa desain di revisi!! Dan saat aku melakukannya apa yang menjadi daya tarik desain itu sedikit mengalami masalah dimana pemandangan yang nantinya ditempatkan di awal akan menggganggu!!" ucapku selembut mungkin agar aku tidak menambah amarah dari wajahnya yang terlihat sangat jelas saat ini. Dan aku mendengar Ia mendecakkan mulutnya.

"Ck, , , Aku tidak menerima alasan yang kau berikan nona!! Harusnya kau bisa mengaturnya sejak awal meski hal ini harus mengalami revisi sekalipun!! Dan tolong jangan pernah memperdebatkan hal yang menurutku sama sekali tidak berguna!!" ucapnya dengan nada tinggi dan dingin serta menatap tajam ke arahku sambil pergi berlalu meninggalkan kami yang hanya masih melihat kearahnya.

Aku hanya menghela nafasku dengan berat. Baru kali ini aku merasa bahwa pekerjaanku sangatlah berat dan berjalan dengan tidak baik. Aku merasa dadaku sangat sesak. Entah sejak kapan air mataku sudah mengambang di kedua pelupuk mataku. Aku berjalan memilih menjauh dari lokasi proyek dan juga Lania. Aku memilih untuk pergi dari tempat tersebut. Aku langkahkan kakiku berjalan menuju sebuah tempat yang menurutku sangat pas untukku menenangkan diri.

Immortal Love (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang