Immortal Love - 5

5.4K 262 6
                                        

Malam itu di sebuah ruangan terlihat Kinaya tengah berada di kamarnya. Ia duduk di depan meja belajarnya dan terlihat sedang asyik menggambar seuatu. Tanpa Ia sadari ibu dan kakaknya masuk ke dalam kamarnya.

"Sedang apa sayang!?" tanya ibunya. Kinaya terkejut saat ibunya sudah berada disampingnya berdiri dan memperhatikannya.

"Ehhhh!!? Ibu!!? Sejak kapan ibu masuk!? Kenapa Kinaya tidak tahu kalau ibu masuk kamar Kinaya?!"

"Sudah dari tadi sayang!!"

"Iya kami sudah dari tadi masuk kau saja yang tidak melihat kami karna kau sedang asyik menggambar wajahnya Arka!!" ucap Dimas yang menggoda adiknya saat Ia melihat gambar yang dilukis oleh Kinaya.

"Kakak, , ,!! Jangan menggodaku!! Aku malu, , ,!!" ucap Kinaya dengan wajah memerah menahan malu lalu berusaha menyembunyikan gambar tersebut ke bawah kolong meja belajarnya.

"Kenapa mesti malu!? Kan kalian berteman dan kalau kau melukis wajah temanmu tidak ada masalah!! Iya kan bu!! Atau jangan – jangan kau menyukai Arka ya!!?" ucap Dimas.

"Iiiiihhh, , , kakak apa – apaan sih!! Kinaya masih kecil jadi Kinaya tidak mungkin suka pada kak Arka!!" ucap Kinaya sambil memukul Dimas yang tepat berdiri di dekatnya. Namun dengan sigap Dimas menghindar dari Kinaya. Hana tersenyum melihat tingkah kedua anaknya. Tak lama Amran pun ikut masuk dan menghampiri istri serta kedua anaknya.

"Sepertinya seru sekali!! Ada apa ini!? Kenapa ayah tidak di ajak ikut bergabung!?" ucap Amran.

"Tidak ada apa – apa ayah!! Kak Dimas dari tadi mengejek Kinaya terus!! Kinaya jadi kesal padanya!!" ucap Kinaya sambil memanyunkan bibirnya ke depan.

"Memangnya kenapa anak ayah ini sampai di ejek oleh kakaknya!?"

"Dia melukis wajah Arka ayah!!" ucap Dimas. Kinaya yang sudah malu hanya menundukkan kepalanya. Amran yang melihat tingkah putrinya ikut tersenyum menggoda.

"Benarkah!? Boleh ayah lihat!?"

"Jangan ayah!!"

"Kenapa!?"

"Kinaya malu!!"

"Kenapa harus malu sayang!!"

"Gambarnya jelek ayah!!"

"Bohong ayah!! Kinaya tidak mau memperlihatkannya karna Kinaya suka pada Arka!!"

"Benarkah!?" tanya Amran.

"Tidak ayah!! Kak Dimas bohong!! Ayah jangan dengarkan ucapan kak Dimas!!" sungut Kinaya.

"Kalau benar juga tidak apa – apa!! Tapi jangan sekarang sukanya!!?"

"Lalu kapan ayah!?"

"Nanti kalau sudah besar Kinaya boleh menyukai siapa saja termasuk pada Arka!!" ucap Amran.

"Jadi kalau saat ini tidak boleh ya ayah!!?"

"Bukan tidak boleh sayang!! Tapi belum waktunya!! Saat ini kau hanya boleh menyukainya hanya sebatas teman!! Tidak lebih dari itu sayang!! Dan nanti jika sudah waktunya kau akan mengerti!!" ucap Amran lagi. Kinaya hanya menundukkan kepalanya.

"Naahhh benarkan apa yang kakak ucapakan tadi!! Kalau kau memang suka pada Arka!!" goda Dimas. Wajah Kinaya berubah merah saat digoda oleh Dimas seperti itu. Tentu saja hal itu membuat wajahnya semakin lucu. Amran hanya tertawa melihat wajah putri kecilnya yang memerah karna digoda terus oleh putranya.

"Sudah, , , sudah, , , ini sudah malam!! Ayo tidur!! Besokkan harus sekolah!!" ucap Hana yang menyuruh kedua anaknya untuk tidur. Keduanya pun segera melaksanakan perintah ibu mereka. Tak lupa Amran dan Hana mengecup kening Kinaya saat Kinaya sudah berbaring di ranjangnya. Begitu juga dengan Dimas. Ia juga ikut mengecup kening adiknya tersebut. Kemudian mereka keluar dan menuju kamar masing – masing.

Immortal Love (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang