"Pa, , ,!!" seru Dimas dengan nafas yang tersengal karna berlari dari ruangannya menuju ruang kerja Wirdo dan masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Wirdo yang sedari tadi duduk menatap luar jendela ruangannya mengalihkan pandangannya menatap Dimas. Terlihat jelas dari raut wajah tersebut menyiratkan kegelisahan dan kemarahan.
"Kau sudah mengetahuinya!?"
"Iya pa!! Bagaimana ini bisa terjadi!?"
"Entahlah!! Tapi papa meyakini sesuatu!!"
"Apa pa!?"
"Papa yakin pasti ada yang dengan sengaja membocorkan data rahasia perusahaan kita!!"
Dimas mengerutkan dahinya dan menatap ayah angkatnya ini dengan raut wajah yang mencemaskan.
"Om ini data yang aku terima dari beberapa kantor cabang!! Hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan!!" ucap Melika saat masuk ke ruangan Wirdo dengan tak kalah paniknya.
Wirdo mengambil lembaran kertas dari tangan Melika. Ia menatap dan membacanya satu per satu lembaran kertas itu. Matanya memancarkan amarah yang tertahan. Lalu Ia banting lembaran - lembaran tersebut ke atas mejanya dengan kasar hingga sedikit berantakan.
"Maaf pak ada yang ingin saya sampaikan kepada bapak!!"
"Ada apa Za!?" tanya Wirdo saat Ia melihat Eza datang dengan tergesa - gesa.
"Pak aku harus memberikan kabar ini secepatnya kepada Anda!! Hari ini aku mendapatkan beberapa telpon dari para klien bahwa mereka membatalkan semua perjanjian kerja sama yang sudah disepakati!! Namun yang masih bertahan hanya PT. Pratama Aryaduta saja karna mereka masih mempercayai kita!!" ucap Eza sang pegawai yang sudah sangat dipercayai oleh Wirdo karna dia selalu membantunya dalam mengurusi perusahaan. Tampak Wirdo, Dimas dan Melika hanya bisa terdiam terpaku mendengar kabar yang di sampaikan oleh Eza.
"Maaf ada kabar yang jauh lebih buruk lagi yang harus aku beritahukan kepada kalian!!" ucap Ayuna saat masuk ke dalam ruangan Wirdo.
"Ada apa Yuna!?" tanya Wirdo.
Terlihat Ayuna diam sesaat dan menatap Wirdo dan orang - orang yang berada di ruangan itu dengan ragu. Dimas menatap kekasihnya dengan tatapan intimidasi mengisyaratkan sang kekasih agar segera memberitahukan kabar yang dibawa olehnya.
"Beberapa pemilik saham yang menanamkan sahamnya di perusahaan kita akan menarik kembali saham mereka!! Karna mereka sudah tidak bisa mempercayai perusahaan kita untuk memegang saham mereka lagi!! Hanya PT. Pratama Aryaduta saja yang masih mempertahankan sahamnya!!" ucap Ayuna yang datang untuk memberikan kabar yang lebih mengejutkan lagi.
"Apa!?" ucap Dimas dan Melika bersamaan. Sementara Eza menarik nafas nya dalam sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Tampak wajah Wirdo semakin menggarang menahan amarahnya. Hal itu terlihat dari rahangnya yang mengeras dan buku - buku tangannya yang mengepal hingga memutih.
"Telpon para klien dan yakinkan pada mereka bahwa semua ini masih bisa kita tangani!! Dan minta mereka umtuk tetap bertahan!! Aku akan selidiki semua ini dan akan mencari tahu penyebabnya!! Pasti semua ini sudah ada yang merencanakannya!!" ucap Wirdo kemudian dengan nada menahan amarah.
"Tapi akan sangat sulit untuk meyakinkan mereka kembali pak!!" ucap Eza.
"Kita coba saja dulu!! Aku yakin pada kemampuanmu Za!!"
"Baik pak!!" ucap Eza setelah cukup lama Ia terdiam.
"Dimana Lania!?" tanya Wirdo. Melika, Eza, Dimas dan Ayuna saling pandang satu sama lain. Mereka memang tak tahu dimana Lania berada saat ini yang merupakan kepala Divisi Keuangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Love (Complete)
General FictionKinaya Aswadinara dan Arka Adyawiguna Pradipta, sepasang anak manusia yang tidak sengaja bertemu di sebuah perkebunan teh. Keduanya menjalin pertemanan sesaat setelah pertemuan mereka untuk yang kedua kalinya di sebuah taman bermain. Dimana saat itu...
