Tepat dihadapanku, aku melihat dengan jelas Romeo menggenggam tangan Aurel. Aku melihat dia tertawa lepas saat berjalan berduaan dengan Aurel.
Aku merasakan seolah-olah duniaku berhenti saat itu juga, memang sudah sebulan dia pergi dari kehidupanku. tapi, apa harus begini cara dia menyakitiku? ini tidak adil.
Seketika aku merasakan mataku memanas kembali. Rasanya ingin lari kearah mereka, lalu berteriak bahwa ini tidak adil! Tapi kembali lagi kediriku, memangnya aku siapa?
Punggung mereka berdua semakin menjauh hingga akhirnya hilang di persimpangan gerbang sekolah, dan menyisakan aku yang meredekan nafasku yang masih memburu. Aku menundukkan wajahku. Menyaksikan diriku yang terlihat menyedihkan.
Kurasakan seseorang memegang pundakku pelan.
"Loly yuk ngepel. Biar kita pulang."
Aku mengangkat kepalaku dan melihat Yola tersenyum kearahku. Aku mengikuti langkahnya dari belakang. masih disertai kebisuan.
Dengan cepat ku peras pengepel yang ku pakai. Ku bersihkan dengan cepat lantai kelasku. Walau rasa sesak masih kurasakan. Setelah ku selesaikan tugasku, aku berjalan keluar kelas dan mencuci tanganku di salah satu keran yang ada di dekat kelasku. aku melihat Chris masih menungguku, namun dia berada di pinggir lapangan basket sambil melihat adik kelas sedang latihan basket.
Aku kembali kedalam kelas dan mengambil tasku. aku berpamitan kepada semua teman-temanku yang masih menyelesaikan tugas kebersikan. Aku berjalan mendekati Chris dengan langkah lunglai.
"Loly.Lo kenapa?"
aku menggeleng pelan.
"Bisa kita pergi sekarang?"
chris segera menuntunku kearah mobilnya. Dia membukakan pintu untukku dan menyuruhku untuk segera masuk kedalam. Aku duduk sambil terdiam dan menatap kedepan. Tidak ada satu katapun yang kuucapkan.
Saat ku dengar chris menutup pintu kemudi, aku mengalihkan pandanganku kearah kaca.
Selang beberapa menit, mobil mulai melaju. Keheningan tercipta diantara kami tanpa ada seorang pun yang berniat membuka percakapan.
Sampai tiba-tiba aku mendengar suara musik diputar. Sebuah lagu yang terdengar memilukan di telingaku.
Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go
Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go
And you let her goSeketika aku merasakan air mata keluar begitu saja saat aku mendengar lirik awal dari lagu itu. aku merasakan hal yang sama dengan apa yang ada di lagu itu. perbedaannya hanyalah penyanyi itu merelakan wanitanya pergi, sedangkan aku? aku merelakan Romeo pergi.
aku mengusap air mataku dengan punggung tanganku. lagu terus berputar syahdu. hingga pada lirik,
Staring at the ceiling in the dark
Same old empty feeling in your heart
Love comes slow and it goes so fastaku menangis lagi, namun dengan isakan. tidak dengan diamku. sampai kurasakan tiba-tiba mobil ini berhenti seketika.
"Lo nangis lagi, ly? Lo masih nangisin Romeo? Ly, udah. gue gak mau lo lemah gini. Ada gue disini. Gue gak bakal ninggalin lo." Kurasakan chris mengelus rambutku dengan lembut. Tangannya terasa halus di kulit kepalaku.
"Gueee..... Gueee, gue salah apa chris?. Gue udah berusaha sebisa gue. Tapi apa?... Gue cuma pengen balik ke dunia gue yang gaada dia, chris! Cuma itu." Tanggisku tak dapat ku tahan lagi. Ini terlalu sakit. Sebulan aku berusaha melupakan. Tapi apa? Dalam sehari aku kembali mengingat dia. Dia membawa sakit-sakit baru. Padahal luka yang sebelumnya masih ada. Dan bahkan belum mengering.
"Loly, lo harus belajar dari kejadian ini, Bahwa gak selamanya cowok yang lo perjuangin bakal lo dapet. Gak selamanya hidup seseorang berakhir bersama yang pernah dia perjuangkan. Gini, lo bilang kemarin ke gue kalau lo selalu doain dia? apa lo yakin dia ngelakuin hal yang sama? Ly, mungkin diluar sana ada seseorang yang doain lo, Tulus. bahkan dia mungkin gak berani muncul di hadapan lo. gue pengen lo bangkit! "
"Tapi chris, gue masih sayang sama dia! Gue buat hidup gue berporos kedia, namun ketika dia pergi, dunia gue berhenti Chris. Gue hancur."
Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku. Aku merasa malu dengan diriku sendiri. aku benci diriku yang masih mengharapkan seseorang yang bahkan mencintai wanita lain. jelas-jelas disini aku yang tersakiti, tapi mengapa aku bisaa enggan pergi begini?
"Udah ya loly. Sekarang gue gak mau lihat air mata lo lagi. Gue tau hati lo udah remuk bahkan udah patah. Tapi gue tau lo cewek kuat. Mana loly yang dulu gue kenal?"
aku mengalihkan perhatianku. aku menatap chris. Sungguh tatapan chris sangat membuatku merasa sedikit merasa tenang. Tatapan harapan yang menjanjikan. Senyumnya yang tulus.
Ku balas senyumnya dengan anggukan dan senyum yang kupaksa.
***
"Ini cafè apa chris?"
Aku tidak tau sekarang aku berada di mana. Yang ku tahu tempat ini tidak tampak seperti cafè. Tapi ini malah lebih tampak seperti danau taman.
Kurasakan tangan chris menggenggam jari-jariku. Menuntunku ke sebuah kursi taman yang ada di sisi danau yang tidak jauh dari tempat kami berdiri.
"Gue cuma pengen lo tenang aja. Lo mau kan temanin gue disini?" Kulihat mata chris yang seolah berkata TOLONG.
"Iya gue bakal disini kok. Nemenin lo." Kujawab dengan senyuman semampuku.
"Sebentar ya gue ambil gitar di mobil."
Kulihat chris mulai berdiri dan berjalan ke arah mobil. Selagi menunggu chris, ku hirup dalam-dalam udara di taman ini.
Udara disini sangat sejuk. Pohon-pohon yang tumbuh di setiap sudut taman membuat suhu disini stabil. Ditambah lagi danau yang tampak tenang dengan beberapa bunga teratai yang tumbuh di tengah-tengahnya. Semua tampak pas.
"Hei?!" Suara chris membangunkanku dari acara memandang-ku.
"Loh udah?"
"Udah. Nih gitarnya." Chris menunjukkan padaku gitarnya yang tampak mahal. Di sisi kanan lubang gitar itu ada sticker huruf 21.
"Kamu mau kan dengarin aku nyanyi? Atau... Kamu mau nyanyi?" Chris membuyarkan lamunanku dari gitarnya.
"Gue mau lo iringin gue ya? Lagu talking to the moon?" Ku beri senyum memohon pada chris.
"Oke." Di balasnya senyumku sambil mengacak rambutku yang tertiup angin.
^^^
Hi! Comment dong readers feelnya dapet atau enggak😄
Happy reading❤️💋

KAMU SEDANG MEMBACA
ALONENESS
Teen FictionAku tak pernah merasakan apa arti CINTA. Yang aku tahu itu hanya sekumpulan bahagia sementara yang berakhir dengan sakit. Dia, orang yang ku perjuangkan. Tanpa kata. Tanpa banyak berucap. Aku hanya ingin dia. Walau aku tak pernah menatap matanya. Wa...