"Chris, rencananya gue sama julian bakal latihan basket lagi. Lo ikutan gak?" Ujar tian sambil menyeruput jus alpukatnya.
"Kapan? Terus latihannya di mana? Oh iya dua minggu lagi turnamen basket kan?" Jawab chris dengan tatapan bertanya.
Aku yang hanya bisa mendengarkan percakapan mereka sambil mengaduk-aduk ice creamku hanya bisa bertopang dagu saja. Tau seperti ini, lebih baik aku tidur saja di rumah tadi. Apalagi ada julian disini. Membuat moodku menjadi semakin hancur.
"Di lapangan biasa. Siap ini aja. Lo bisa kan?"
"Tapi loly ikut ya?" Ku dengar chris menyebutkan namaku.
Sontak ku tatap chris dengan mata membulat kaget. Ini adalah ide yang benar-benar buruk! Berada diantara tiga pria yang akan melakukan aktivitas yang menurutku meng-iyuh-kan karena pasti mereka akan berkeringat! Dan BAU!
Chris! Akan ku cincang lo nanti kalau lo bau! Umpatku dalam hati.
"Muka lo itu gak bisa lebih membunuh dari itu?!"
Ku dengar seseorang menambah kekesalanku dengan ucapannya yang membuatku naik pitam. Ku kepalkan tanganku yang ada di atas meja. Berani-beraninya dia di saat seperti ini!
Ku alihkan mata sisis membunuhku ke asal suara. Yak sebelah kiri! Sedikit lagi ke arah kiri lagi!
Yak! DAPAT!!!!!
Ternyata!
CINA CURUT iniiiii?! Beraninya dia!!
"Eloo!" Ku tinggikan nada suaraku tanda marah.
Ku tatap matanya seakan-akan berkata hidupnya tak lama lagi dengan tatapan membunuhku. Tapi tak kusangka dia membalas tatapan ku dengan tatapan sama membunuhnya. Tapi tatapannya tampak lebih, tenang.
"Udah... Udah..!!!!" Suara chris dan tian yang bersamaan mampu merubah mimik wajahku seketika.
"Lollyyyy. Gue tau lo orangnya mudah naik darah. Tapi lo jangan marah disini dulu yaaa." Kata tian menenangkanku sambil mengusap bahuku.
"Diaa!! Cina curut inii!!!" Ku ajukan jari telunjukku ke wajahnya. Ku majukan beberapa senti badanku agar jariku bisa tepat menusuknya. Membunuhnya.
"Gue kesel sama dia tiannn!! Arrggghhhhh! Gue tabok mata lo yang segaris itu ya! Biar mata lo segarisnya didalam aja! Dan bonyok tu mata!" Ku tinggikan nada suaraku.
Pasti orang-orang sudah melihat kearah kami sekarang. Persetan tentang itu! Karena sekarang setan mata segaris ini mengancam kemasyarakatanku dengan gayanya!
"Astagaaaaa lolyyy." Kurasakan tangan chris menggapai jari ku yang ku arahkan ke julian.
Tatapan julian masih sama seperti tadi.
Tenang.
Dan jujur demi apapun, aku benci tatapannya itu!
"Yaudah ian. Gue bawa loly keluar. Kita ketemu di lapangan aja."
Kurasakan tangan chris menarikku ke luar cafè. Saat berjalan kearah luar cafè, kulihat sekilas ke arah julian. Matanya seolah-olah masih mengikuti ku selagi aku berjalan keluar. Dan tatapan itu masih sama, menusuk. Dingin. Dan tenang.
Ku balas tatapan itu sama menusuknya. Seakan-akan tatapanku mengatakan "aku akan membunuhmu!".
***
"Kok malah ngajak gue kelapangan ini sih chris?" Nada suaraku seakan marah berkata kepada chris.
Bagaimana tidak? Sekarang aku sudah berada di lapangan dimana mereka akan latihan. Tepatnya di parkiran lapangan.
Apakah chris tidak tahu aku sangat kesal harus melihat wajah julian nanti?

KAMU SEDANG MEMBACA
ALONENESS
Teen FictionAku tak pernah merasakan apa arti CINTA. Yang aku tahu itu hanya sekumpulan bahagia sementara yang berakhir dengan sakit. Dia, orang yang ku perjuangkan. Tanpa kata. Tanpa banyak berucap. Aku hanya ingin dia. Walau aku tak pernah menatap matanya. Wa...