"Gue cuma bisa ngasih ini sama lo." Kurasakan julian menyodorkan sebuah kotak lumayan besar kepadaku
Kotak itu berbungkuskan kertas kado cokelat dengan gambar beruang lucu di seriap sudutnya.
"Makasih kak." Kuberikan senyuman padanya.
"Gue kesana dulu ya." Katanya sambil menunjuk kearah chris dan tian yang sedang duduk di sofa bersama yang lain.
"Lolyyyy." Pelukan velin membuatku kaget.
"Romeo ada ngucapin ke elo?" Pertanyaan vielin membuatku seakan hancur.
Kugeleng kepalaku dengan raut muka sedih.
"Gue tau kok lo pengen banget diucapin sama romeo. Tapi, jangan berharap banget. Ntar sakit loh." Katanya sambil mengelus pelan punggungku.
"Iya vi. Makasih hehe."
"Gini aja deh, anggap aja dia orang terakhir yang ngucapin. Biasanya nih ya, kalau yang terakhir itu pasti yang paling special."
"Kita lihat nanti aja deh vi. Gue mah berharap sewajarnya aja haha. Yaudah yuk kesana. Mereka lagi joget sambal balado tuh." Ku tunjuk ke arah angel yang sedang bernyanyi lagu andalannya sambil berjoget seperti nenek-nenek pakai koyo.
Seakan-akan dia mabuk. Lucu sekali. Di tambah lagi chris yang mengikuti gerakannya sambil memegang uang dua ribu.
Papa dan mama ku pasti maklum saja. Buktinya mereka ikut tertawa.
"Hi lol! Selamat ya hehe. Oh iya romeo apa kabar? Lo masih deket sama dia?" Kata keyna teman curhatku. Dia tau tentang perasaan ku pada romeo. Bisa di bilang dia teman baikku. Pelukan hangat nya seakan menguatkanku saat aku bercerita seberapa patahnya hatiku karena romeo.
"Ih elo mah key. Gak lagi hehe. Udah ah gausah bahas dia. Lebih baik lihat mereka tuh." Kutunjuk lagi kearah teman-temanku.
Dan sekarang, march, yola, jessica, chris dan tian sedang berjoget lagu korea. Hancur lah sudah.
Kulangkahkan kakiku ke sofa. Kuputuskan duduk di samping julian yang sedang tertawa sampai matanya, tak nampak.
"Lo gak ikutan joget?" Tanyaku penasaran.
"Gak. Gue lebih suka disini." Katanya, datar.
Sabar lol. Sa-ba-rrrr!
"Lo gak bisa gak nyebelin sehariiii aja?" Kataku lugas, dan jelas.
"Emang gue nyebelin?" Diangkatnya sebelah alisnya tanda binggung. Namun menurutku itu Memuakkan.
"Terserah lo aja deh. Gue kesana dulu." Kulangkahkan kakiku menuju ke arah temanku yang lainnya. Aku sedang malas berdebat dengan julian.
***
Pesta tadi malam membuat ku mengantuk hari ini. Aku capek dan lelah. Ditambah lagi pelajaran saat ini adalah biologi guru yang membosankan.
"Baiklah anak-anak. Minggu depan kita akan mulai ujian semester. Saya harap kamu semua bisa belajar semaksimal mungkin. Selamat pagi." Kata bu mirna sambil berlenggang pergi.
"Lol mata lo tampak lelah banget. Masih ngantuk?" Tanya ivana di sebelah ku.
"Iya nih. Apalagi hari ini oma gue dateng. Gak bisa bernafas lega deh gue. Diakan cerewet bangetttttt!" Tambahku sambil membenamkan wajahku ke meja.
"Oma lo pulangnya kapan?"
"Lusa van. Untung aja kan. Kalau lama, pasti darah gue udah naikkkkkkkkkk tau gak."
"Yaudah sabar. Namanya udah tua. Ujian kita tinggal minggu depan. Semester depan kita bakal pindah ke kelas atas. Persiapin diri lo."
"Buat apa?" Ku tegakkan kepalaku kaget.
"Buat---- siap-siap gak ngelihat romeo lagi. Lo harus move on. Cowoh di dunia banyak lol. Tapi lo masih ngarepin cowok kaya dia? Yang giginya di pagerin? Banyak cowok di luar sanaaaaa yang giginya pakai pelindung kabel biasa aja." Dakwah ivana panjang lebar.
"Ih gaboleh gituuu." Kataku sambil tertawa.
"Yaudah ah gausah bahas dia. Malesin." Kata ivana sambil mengeluarkan bekal makan siangnya dan segera makan.
****
Saat ini aku sudah berada di kamarku. Aku sedang membuka kado-kado yang diberikan padaku.
Tinggal kado terakhir dari, chris,tian, dan julian. Kubuka kado dari julian lebih dulu.
Kado ini berisi beberapa novel terbaru. Yang kedua dari chris, boneka mickey mouse yang lucu. Dan terakhir dari Tian.
Kado ini terbungkus dengan kertas kado berwarna ungu yang bermotif bunga-bunga. Ku robek bungkus kadonya.
Betapa kagetnya aku melihat kotak pembungkus kado ini!!!!
Kotak pembalut hello kitty berwarna hitam dengan gambar hello kitty di sekitarnya! Dengan tulisan Size 36 cm yang tertulis nyata di atasnya. Anak gila!!!! Untuk apa dia memberiku ini?!
Kubuka kotak itu, ada banyak benda-benda lucu di dalamnya berbentuk doraemon. Dan ada sepucuk surat.
"Dear loly.
Lo kaget ya ngelihat kotaknya?😬
Maaf gue gak punya kotak lain. Ini kotak pembalut punya adek sepupu gue yang gue curi dari kamarnya pas gue ke rumahnya. Haha.😀🐷Semoga lo suka ya doraemonnya.
Salam cinta,
Tian.💋👙😘"
Tian gila! Akan ku cincang dia!!!
Kutatap satu persatu kado dari teman-temanku. Tak ada satu kotak pun dari romeo. Dan sampai hari ini tak ada sepatah katapun diucapkan romeo padaku. Sebenarnya aku masih berharap dia ada mengucapkan sesuatu walau hanya dengan kata-kata biasa. Tapiii---Ah sudahlah. Mungkin dia tak ingin. Bulan depan dia akan ulang tahun. Aku harus mengucapkannya. Toh untuk apa aku membenci dia? Tak ada gunanya.
****
Hari demi hari berlalu. Minggu demi minggu berlalu. Dan bulan berganti dengan cepatnya. Sekarang waktu libur semester telah tiba. Libur selama 2 minggu. Tak masalah aku bisa melakukan ajang move on selama libur. Melupakan romeo dan segala kepenatanku.
Aku hanya memutuskan untuk berdiam diri dirumah. Sedangkan angel, ivana, dona, march dan sisi, mereka sibuk ke kampun halaman.
Aku hanya bisa pergi saat tanggal 31 desember nanti. Tepatnya saat pergantian tahun. Dan selama menunggu waktu itu datang, welcome jamur.
Dannn, hari ini adalah hari ulang tahun romeo. Aku tidak tahu harus apa. Aku sudah mencoba mengirim pesan singkat melalui pesan fb. Dan aku tidak mau tau lagi apa balasan dia.
Yang terpenting adalah, selama dua minggu aku tidak akan melihatnya dan aku tidak boleh menumbuhkan benci padanya. Mudahkan?
Aku hanya perlu melupakannya. Aku tak boleh semakin berlarut-larut dalam masalah ini.
***

KAMU SEDANG MEMBACA
ALONENESS
Novela JuvenilAku tak pernah merasakan apa arti CINTA. Yang aku tahu itu hanya sekumpulan bahagia sementara yang berakhir dengan sakit. Dia, orang yang ku perjuangkan. Tanpa kata. Tanpa banyak berucap. Aku hanya ingin dia. Walau aku tak pernah menatap matanya. Wa...