Chapter 9

53.8K 2.4K 17
                                        

Tepat pukul 05.00, Prilly menjerapkan mata nya. Adzan Subuh sudah terdengar dari salah satu Masjid yang letak nya tak jauh dari hotel. Setelah kesadarannya sudah berkumpul, ia langsung membangunkan Ali untuk melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim.

" Sayang.... Bangun yuk, udah subuhh lohh!! " ucap Prilly membangunkan Ali. Ali terlihat menggeliat, sesaat kemudian mata nya terbuka sempurna. Prilly memperlihatkan senyum manisnya. Ali langsung duduk dari tidurnya.

" Pagi sayang.... " sapa Ali.

" Pagi.... Kalo kamu baru bangun tidur kaya gini, mukanya mirip Daffa banget. Polos-polos imutt gimana gituuu " Ali terkekeh mendengar penuturan istrinya itu. Tangannya langsung mencubit pipi Prilly, membuat Prilly memekik. Pipi nya terlihat sedikit memerah.

" Hahaha... Udah yukk sholat. Abis itu kita mandi... " ajak Ali.

" Kita?? "

" Iyalah, aku sama kamu! "

" Idih enak aja! Mandi sendiri sana!!" Prilly langsung berlari ke kamar mandi terlebih dahulu, mengambil air wudhu. Sementara Ali, lagi lagi ia terkekeh melihat tingkah menggemaskan Prilly.

Setelah Prilly mengambil air wudhu, ia kembali ke kamar. Ali masih setia dengan kekehan nya, membuat Prilly menatap bingung ke arahnya.

" Kenapa kamu ketawa-ketawa gitu? " tanya Prilly. Ia berjalan ke arah koper berniat untuk mencari mukena yang memang sengaja ia bawa. Setelah menemukannya, ia menggelar dua sajadah, satu di depan dan satu di belakangnya. Ali sebagai imam sementara Prilly sebagai makmum.

" Gapapa. Lucu aja liat tingkah kamu!! " jawab Ali. Prilly yang sedang menggunakan mukena nya menoleh ke Ali.

" Aku lagi gak ngelawak ya, jadi gak ada yang lucu. Udah sana ihh, ambil air wudhu! "

" Iyaa bawel! " Ali berlalu ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, Prilly hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Ali yang seperti itu.

Tak lama Ali kembali dari kamar mandi. Mereka berdua langsung menjalankan Sholat-nya. Dua rakaat sudah mereka lalui, kini keduanya sama-sama sedang memanjatkan doa kepada Allah. Begitu khusuk mereka berdoa. Setelah keduanya selesai berdoa, Ali membalikkan badannya menghadap Prilly yang berada di belakang nya. Prilly langsung mengambil tangan kanan Ali lalu mencium nya. Tak lupa Ali mengecup kening Prilly dengan sayang.

" Udah sana, kamu mandi dulu. Mandi kamu kan lama!! Abis itu dandan yang cantik ya, sayang." ucap Ali kepada Prilly yang sedang melipat mukena nya. Prilly kembali memasukan mukena ke dalam koper.

Prilly menghampiri Ali yang sedang duduk di tepi ranjang. Dipeluknya langsung tubuh Ali. Dengan hati Ali membalas pelukan itu. Tangan Ali terulur memegang kening Prilly, mengecek keadaan tubuhnya.

" Masih hangat loh, sayang. Habis sarapan nanti minum obat lagi ya. Jangan cape-cape. Mandi nya juga pake air hangat ya. " suruh Ali dengan lembut. Prilly hanya mengangguk dalam pelukan Ali.

Prilly melepaskan pelukan nya. Menatap Ali sambil tersenyum. Ali membalas senyuman itu.

" Yaudah aku mandi dulu ya. Oya, kamu pesen sarapan gih, suruh anterin ke kamar kita. Aku lupa belum pesenin sarapan sama pegawai hotelnya. " balas Prilly. Ali hanya mengangguk mengerti.

Prilly pun berlalu ke kamar mandi. Sesuai pesanan Prilly tadi, Ali langsung menelfon waiters hotel untuk memesan sarapan dan di antar ke kamarnya. Sembari menunggu Prilly mandi, Ali memainkan ponselnya. Membuka satu persatu Sosial Media yang ia miliki. Instagram nya selalu di penuhi oleh komenan-komenan dari netizen, baik yang positif ataupun negatif. Komenan negatif tak pernah ia tanggapi. Ali memang tipe laki-laki yang lebih banyak bertindak untuk melindungi keluarga.

Little Family  (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang