I knew its LATE publish. Harap maklum yaa😆 happy reading semua! Jangan lupa tinggalin jejak.
___________________________________
" Kamu mau makan apa? " tanya Prilly sambil membuka buku menu. Kini keluarga kecil itu, sedang menikmati makan siang di restoran favorite mereka.
" Burger cheese aja, ya. " Prilly langsung memanggil pelayan yang berada tak jauh darinya.
" Adaaa yang bisa kami bantu, mbak? "
" Mau pesen dong, mbak. Burger cheese dua, salad sayuran-nya satu, orange juice dua, lemon tea satu, sama ice cream vanilla nya dua. " Pelayan itu mengangguk sambil mencatat apa yang di pesan oleh Prilly.
" Ada lagi, mbak? "
" Sudah, itu aja. "
" Baik. Tunggu pesanannya sekitar sepuluh menit. Saya permisi. " Prilly mengangguk. Pelayan itu pun berlalu.
" Ngapain mesen salad sih, sayang? "
" Biarin aja sih. Aku lagi ke pengen makan salad. "
Ali yang mendengarnya hanya mencibir. " Ngapain cobak makanan kayak gitu di pesen. Apa enaknya sih sayang? Emang kenyang yaa makan sayuran gitu? "
" Enaklah. Kalo gak enak, ngapain aku mesen cobak? " balas Prilly jutek.
Ali menyeritkan dahi. Kenapa dengan Prilly? Jutek sekali jawabannya.
" Kamu kenapa? "
" Kenapa apa-nya? " tanya Prilly balik.
" Yaa kamu kenapa sayang? Kenapa jutek gitu ngomongnya? "
" Apaan sih? Enggak kok, biasa aja. "
" Tuh kan. Masih marah sama aku? "
" Enggak. "
" Maaf deh. Abisnya, kamu duluan sih. Sampe-sampe aku di ketawain sama karyawan. Kan malu, sayang. Mau taruh dimana muka aku yang ganteng ini? "
" Di tembok. "
Ali mengubah ekspresinya menjadi datar. " Jahat banget. "
" Bodo. "
" Maaf deh ya? Jangan ngambek lagi. Aku kan bercanda tau. Kamu mah di bawa serius. " Ali menggenggam tangan Prilly yang duduk berhadapan dengannya.
" Ngapain serius-serius? Temenan dulu aja, kali. "
Ali terkekeh.
" Bisaan banget. Padahal lagi ngambek, sempet-sempetnya ngelucu. " tangan Ali terulur mencubit gemas kedua pipi Prilly.
" Gak ada yang lucu. "
Ali menghela nafasnya. Ternyata, Prilly masih ngambek. Membujuk Prilly memang tidak mudah. Istrinya ini tipekal orang yang keras kepala.
" Aahh udah ahh, jangan ngambek lagi. " kata Ali terus membujuk Prilly.
" Yaa abis, kamu selalu bilang aku bawel. Emang se-bawel apa sih aku? " Prilly mengerucutkan bibirnya sebal.
Lagi, Ali terkekeh melihatnya. " Aku kan udah pernah bilang. Kamu emang bawel, bawel banget malah. Tapi, justru itu yang bikin aku selalu kangen sama kamu. "
Prilly terlihat langsung menahan senyumnya.
" Apan sih? Masih berlaku gombalan receh kamu? " katanya.
" Itu bukan gombalan receh, sayang. Itu langsung dari hati " balas Ali.
" Bohong banget. Kamu kan kang gombal. "
