Chapter 38

35.1K 1.8K 72
                                        

I knew its LATE publish. Harap maklum yaa😆 happy reading semua! Jangan lupa tinggalin jejak.

___________________________________

" Kamu mau makan apa? " tanya Prilly sambil membuka buku menu. Kini keluarga kecil itu, sedang menikmati makan siang di restoran favorite mereka.

" Burger cheese aja, ya. " Prilly langsung memanggil pelayan yang berada tak jauh darinya.

" Adaaa yang bisa kami bantu, mbak? "

" Mau pesen dong, mbak. Burger cheese dua, salad sayuran-nya satu, orange juice dua, lemon tea satu, sama ice cream vanilla nya dua. " Pelayan itu mengangguk sambil mencatat apa yang di pesan oleh Prilly.

" Ada lagi, mbak? "

" Sudah, itu aja. "

" Baik. Tunggu pesanannya sekitar sepuluh menit. Saya permisi. " Prilly mengangguk. Pelayan itu pun berlalu.

" Ngapain mesen salad sih, sayang? "

" Biarin aja sih. Aku lagi ke pengen makan salad. "

Ali yang mendengarnya hanya mencibir. " Ngapain cobak makanan kayak gitu di pesen. Apa enaknya sih sayang? Emang kenyang yaa makan sayuran gitu? "

" Enaklah. Kalo gak enak, ngapain aku mesen cobak? " balas Prilly jutek.

Ali menyeritkan dahi. Kenapa dengan Prilly? Jutek sekali jawabannya.

" Kamu kenapa? "

" Kenapa apa-nya? " tanya Prilly balik.

" Yaa kamu kenapa sayang? Kenapa jutek gitu ngomongnya? "

" Apaan sih? Enggak kok, biasa aja. "

" Tuh kan. Masih marah sama aku? "

" Enggak. "

" Maaf deh. Abisnya, kamu duluan sih. Sampe-sampe aku di ketawain sama karyawan. Kan malu, sayang. Mau taruh dimana muka aku yang ganteng ini? "

" Di tembok. "

Ali mengubah ekspresinya menjadi datar. " Jahat banget. "

" Bodo. "

" Maaf deh ya? Jangan ngambek lagi. Aku kan bercanda tau. Kamu mah di bawa serius. " Ali menggenggam tangan Prilly yang duduk berhadapan dengannya.

" Ngapain serius-serius? Temenan dulu aja, kali. "

Ali terkekeh.

" Bisaan banget. Padahal lagi ngambek, sempet-sempetnya ngelucu. " tangan Ali terulur mencubit gemas kedua pipi Prilly.

" Gak ada yang lucu. "

Ali menghela nafasnya. Ternyata, Prilly masih ngambek. Membujuk Prilly memang tidak mudah. Istrinya ini tipekal orang yang keras kepala.

" Aahh udah ahh, jangan ngambek lagi. " kata Ali terus membujuk Prilly.

" Yaa abis, kamu selalu bilang aku bawel. Emang se-bawel apa sih aku? " Prilly mengerucutkan bibirnya sebal.

Lagi, Ali terkekeh melihatnya. " Aku kan udah pernah bilang. Kamu emang bawel, bawel banget malah. Tapi, justru itu yang bikin aku selalu kangen sama kamu. "

Prilly terlihat langsung menahan senyumnya.

" Apan sih? Masih berlaku gombalan receh kamu? " katanya.

" Itu bukan gombalan receh, sayang. Itu langsung dari hati " balas Ali.

" Bohong banget. Kamu kan kang gombal. "

Little Family  (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang