Chapter 7

58.5K 2.5K 21
                                        

Seperti yang waktu itu Mama Resi katakan, hari ini dia dan sekeluarga akan terbang ke Padang untuk menghadiri acara pernikahan Dica. Namun, hari ini yang berangkat lebih dulu adalah Mama Resi, Kaia, Pamela, Prilly, Bunda Ully dan Raja. Bunda Ully memang diundang ke acara tersebut. Papa Rizal tidak bisa menghadiri acara itu, karena ia sedang menjalani bisnis nya di luar kota. Lain hal nya dengan Ali, Papa Syarief, Al dan Gio. Mereka akan menyusul, besok.

" Sayang.... semua baju-baju nya udah di siapin kan? Baju aku, baju kamu, baju Daffa. Jangan sampe ada yang ketinggalan pokoknya " tanya Ali saat dia belum mengantar Prilly ke bandara.

" Udah kok. Di jamin gak ada yang ke tinggalan "

" Pokoknya disana kamu gak boleh cape-cape. Jangan genit!. Jangan lupa makan, sholat dan istirahat. Harus selalu kabarin aku. Pastiin handphone kamu selalu aktif. Selalu balas pesan aku, kalo sampe enggak nanti aku ngamuk "

Prilly tertawa terbahak mendengar ucapan Ali yang sangat panjang itu. Bukan nya ia hanya pergi ke Padang? itupun bersama keluarga nya. Mengapa ia sekhawatir itu? Lucu memang! Lagipula bukan nya besok Ali juga akan menyusul?

Ali mendengus sebal saat Prilly malah menertawakan ucapannya. Prilly menghentikan tawa nya sebelum Ali bertambah sebal.

" Sayang.... Ih kamu kok ketawa sih!!! Aku ngomong serius lohh!" ucap Ali dengan kesal.

" Hahaha... Lagi ni yaa sayang, aku cuma mau ke Padang lohh bukan ke ujung dunia. Lagian aku pergi sama Mama jadi kamu gak perlu khawatir kaya gitu. Besok juga kamu nyusul kan. Jadi udah ya, gak usah selebay itu deh! "

" Tapi aku serius sayang.... Kamu mah ihhh, kalo suaminya ngomong itu di dengerin.... Ini mah malah ketawaa.... " dengan sebal Ali mencubit ke dua pipi Prilly, hingga pipi itu sedikit memerah.

" Sakitttt ihhh!!!! aku dengerin kok. Tapi please gak usah lebay..." Prilly melepaskan tangan Ali yang berada di pipi nya.

" Mami..... Papi.... " panggil Daffa saat memasuki kamar Papi dan Mami nya. Prilly langsung mengambil Daffa kedalam gendongannya.

" Mandi yuk, nak. Bentar lagi kita mau naik pesawattt " ajak Prilly kepada Daffa.

" Ita au telbang, Mi?" pertanyaan polos Daffa membuat sang Papi dan Mami tertawa.

" Iyaa dong kita mau terbang"

" Yeyyy apa au itut!!! Papi itut?" Daffa bertanya ke arah Papi nya yang sedang berdiri berhadapan dengannya.

" Papi nyusul besok sayang.." Daffa hanya mengangguk mendengar jawaban sang Papi.

" Ayoo Mi, apa au mandi cekalang!!! Apa aikk pecawattt!!!! " ucap Daffa sangat antusias. Prilly dan Ali sama sama terkekeh melihat tingkah lucu Daffa.

" Iya sayang. Mami ambil handuk kamu dulu. " Prilly bergegas menuju lemari, mengambil handuk untuk Daffa. Setelah itu, ia langsung memandikan Daffa di kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.

Tak butuh lama Prilly memandikan Daffa. Ia langsung bergegas ke kamar Daffa untuk memakaikan baju putera nya itu. Prilly memilihkan pakaian untuk Daffa. Akhirnya ia memilih kemeja berwarna biru dan tak lupa jeans panjangnya.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Little Family  (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang