WARNING!!!
Jangan liat mulmed, karena dapat menyebabkan kerinduan yang mendalam. HAHA.
#BeberapaPartMenujuEND
LF dataangggg sesuaiii janji yaw! Happy Reading semua!
___________________________________
" Ehhh sayangnya Mami udah bangun, hauss ya sayang? Mamam aja yukk sekalian?! " baru saja Prilly memasuki kamar, dilihatnya Saffa yang sudah terjaga dari tidurnya. Bayi mungil itu hanya tersenyum melihat keberadaan Maminya.
Prilly membawa Saffa ke dalam pangkuannya. " Bentar yaa sayang, Mami bangunin Papi sama abang dulu. " ujarnya.
" Sayang, bangun yuk. Solat dzuhur abis itu makan siang, yang lain udah nunggu dibawah loh. " Prilly membangunkan Ali dari tidur siangnya. Waktu menunjukkan pukul satu kurang limabelas menit. Tadi tak lama Daffa terlelap, Ali ikut terlelap.
" Engghh.. " Ali menggeliat kecil. Tak lama, dia membuka matanya. " Jam berapa sayang?? " tanyanya sembari mengucek mata.
" Jam satu kurang limabelas menit. Sholat dulu sana, abis itu kita baru ke bawah. " Ali mengangguk. Ia bangun dari tidurnya.
" Kamu udah sholat? "
" Udah tadi. "
Ali mengangguk lagi, " Yaudah aku sholat dulu ya?! " pamitnya.
" Iya sana. " Ali langsung berlalu ke kamar mandi yang memang terdapat di dalam kamar.
Sementara Ali berlalu, Prilly membangunkan jagoan kecilnya. " Abang, sayang bangun yuk?! Makan siang dulu yukk sayang?! " katanya sembari mengusap-usap lembut rambut Daffa. Sama seperti Ali tadi, Daffa langsung menggeliat dan membuka mata nya.
" Sini sama Mami, masih ngantuk ya? " Prilly mendudukan Daffa di paha sebelah kanannya, sementara Saffa ia dudukan di paha sebelah kirinya.
" Sajadahnya dimana sayang? " tanya Ali saat ia keluar dari kamar mandi.
Prilly menoleh, " Udah aku masukin lemari tadi. Ambil aja, baju koko kamu juga udah aku siapin. "
Ali bergegas ke lemari untuk mengambil perlengkapan sholatnya. Ia langsung menggelar sajadahnya menghadap kiblat dan langsung menunaikan kewajibannya. " Allahu Akbar! "
Selang beberapa menit berlalu, Ali selesai menjalankan kewajibannya. Memanjatkan doa yang selalu ada di hatinya. Setelah selesai, Ali kembali menaruh perlengkapan sholatnya di lemari dan mengganti baju koko nya dengan kaos berwarna biru gelap.
" Udah yuk turun?! " ajaknya sembari mendekati istri dan anak-anaknya.
Prilly tersenyum, " Gendong satu dong anaknya sayang, aku mana bisa gendong dua-duanya. " Ali terkekeh.
" Iyaa sini, abang sama Papi yuk?! " Daffa menggeleng.
" Kenapa gak mau? Tadi aja pas mau bobok sama Papi?! " sahut Prilly sembari terkekeh.
" Au cama Mami. "
" Iyaa iyaa. "
" Sini sayang sama Papi, abangnya lagi mau sama Mami. " Ali mengambil Saffa dari pangkuan Prilly.
" Masih ngantuk ini mahh, maka nya minta sama Mami. " Prilly langsung berdiri dan menggendong Daffa. Daffa pun menenggelamkan kepalanya di leher sang Mami.
" Nanti abis makan, baru bobok lagi deh yaa?! Sekarang makan dulu. " kata Ali pula.
Mereka langsung berlalu ke bawah. Di ruang makan sudah terlihat Baja, Nadine, Verrel dan Natasha berserta dengan anak-anak mereka. Hidangan makanan pun sudah tersaji di meja makan dengan sangat apik dan rapih. Kebetulan tadi yang memasak Prilly, dibantu dengan Nadine dan Natasha.
