" Cupp...cupp.. kenapa sayang?? " Prilly berjalan mendekati box baby. Terlihat disana baby Saffa yang sudah terbangun.
Prilly langsung membawa puteri kecilnya ke dalam gendongan. Kembali berjalan ke arah ranjang dan menyusui baby Saffa disana. " Cantik banget sih anak Mami.. " Prilly mengusap kepala baby Saffa.
" Mi, udah! Apa au ain.. " ucap Daffa sembari memberikan ponsel yang sedari dipegangnya.
Prilly tersenyum. " Taruh dikasur aja, bang. Mami masih nyusuin adek ni. "
Daffa sedikit menggeser tubuhnya mendekat ke Prilly. Lebih tepatnya mendekat ke baby Saffa. Daffa langsung mengecup pipi sang adik dengan sayang.
Perasaan bahagia seketika menyeruak di hati Prilly. Melihat kedua anaknya. Lagi, Prilly merasa sangat bersyukur. Hidupnya sungguh indah.
Bahkan Prilly masih tidak menyangka jika ia dan Ali sudah menjadi orangtua. Padahal dulu mereka tak pernah berfikir jika akan merasakan hal ini. Rencana Tuhan memang akan lebih baik.
" Apa au ain, Mi. "
" Main? Bobok aja sini ya sama adek. Jangan main terus sayang. "
" Entak au, Mi. "
Prilly menghela nafas. " Iya deh. Tapi tunggu Papi naik ya. Nanti baru turun lagi sama Papi. "
Daffa pun hanya mengangguk. Tak lama terdengar suara decitan pintu. Prilly dan Daffa serentak menoleh.
" Papi!!! " Daffa langsung turun dari ranjang menghampiri Ali. Ali pun langsung membawa Daffa ke dalam gendongannya.
" Kenapa, bang? " tanya Ali.
" Anaknya mau main tuh sayang. Anterin kebawah gih. Ada Kellen sama Leo kan?? " sahut Prilly. Ali berjalan mendekat ke Prilly yang sedang duduk di tepi ranjang. Dia telah selesai menyusui baby Saffa. Baby Saffa pun sudah kembali ke alam mimpinya.
" Ada kok. Baru pada pulang nanti sore katanya. "
Prilly mengangguk faham.
" Saffa bangun ya?? " tanya Ali. Prilly pun mengangguk.
" Iya. Haus dia. "
" Yaudah deh. Aku kebawah dulu ya. Jangan banyak jalan dulu ya sayang. Biar cepet sehat lagi kamu nya. "
" Iya, sayang. Jagoan Mami jangan nakal ya. " Prilly mencubit pipi Daffa dengan tangan sebelahnya.
" Iya, Mami. "
Ali dan Daffa langsung berlalu. Sementara Prilly kembali sibuk memandangi baby Saffa yang masih anteng dalam pangkuannya.
****
●
●
●
●
●
●
[ Skip ya ]
Waktu terus berjalan. Tak terasa sekarang baby Saffa sudah meninjak usia 6 bulan. Baby Saffa sedang lucu-lucunya. Pipi chubby serta bulu mata lentik terlihat jelas diwajahnya. Darah arab pun mengalir kental diwajahnya. Jika waktu baru lahir, baby Saffa lebih mirip Prilly. Namun sekarang baby Saffa terlihat lebih mirip dengan Ali.
" Makin lama kok makin mirip Papi sih sayang? Curang ah kamu!! " ucap Prilly yang sedang menemani Baby Saffa dikamarnya. Daffa sudah terlelap dikamarnya. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 9 malam. Namun baby Saffa enggan untuk tidur. Ia sangat sibuk dengan mainan-mainan yang diberikan oleh sang Mami.
" Sayang.... " suara panggilan dari ambang pintu membuat Prilly tersentak kaget.
" Ali yaampun ngagetin aja ih!! " Ali baru saja tiba dirumah. Seharian ini dikantor banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan.
