Chapter 21

40.2K 2K 55
                                        

Setelah mengetahui siapa yang ditabraknya, orang itu memasang wajah datarnya. Entah apa yang ia fikirkan.

" Rassya? " ucap Ali memastikan. Ali pun mencoba bersikap santai. Seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu yang buruk diantara mereka.

Tak ada senyuman dari terlihat ketika kedua sahabat itu saling bertemu. Sahabat? Masih pantas kah disebut sahabat?

" Prilly! " bukannya membalas ucapan Ali, justru orang itu berjalan mendekat ke arah Prilly. Dengan cepat Ali menahannya.

" Mau apa lo?? " tanya Ali mulai memandang sengit ke arah Rassya. Sementara yang dipandang memilih untuk terus mendekat ke Prilly.

" Lo bisa minggir kan? Gue cuma mau peluk dia! Gue kangen sama dia, Li!! Setelah lo rebut dia dari gue!!! " Rassya sedikit membentak Ali.

Ali hanya menggelengkan kepalanya. Tak habis fikir dengan Rassya. Belum bisakah dia move on dari Prilly? Apa semua kenyataan ini belum cukup menyadari dia dari sikap bodohnya?

" Lo bilang, gue rebut dia dari lo? Hahaha. Come on man, dari dulu dia milik gue!bukannya elo ya, yang ngerebut dia dari gue?. Coba lo inget-inget lagi kejadian yang terjadi 5 tahun kebelakang. " sindir Ali tepat membuat Rassya bungkam seketika. Walaupun Rassya sudah memiliki kekasih, tapi hati nya tak bisa berbohong. Jelas dari mata nya ia masih memendam rasa yang lebih untuk Prilly.

" Lagian gue heran sama lo! Dari pemberitaan yang gue denger, lo udah sama Aurel. Tapi kenapa lo masih nyimpen rasa buat Prilly? " Rassya langsung menatap geram Ali. Sebenarnya Ali tak ingin memperpanjang masalah. Hanya saja ia ingin menyadarkan Rassya. Tindakan nya itu sudah tidak benar. Ya, walaupun Rassya tak pernah berbuat yang macam-macam.

" Sayang, udah ahh kita pulang aja yuk. Gak enak diliatin orang-orang. Lagian kita gak usah ngurusin orang ini deh. " Prilly mencoba melerai. Ia tak ingin jika suaminya berantem dengan Rassya.

Ya, Teuku Rassya. Sahabat, saudara atau mungkin seorang adik bagi Ali? Haha. Dulu mungkin memang iya, sebelum Rassya mencoba merebut Prilly dari Ali. Memang kejadiannya sudah sekitar 5 tahun yang lalu. Namun siapa yang bisa membohongi perasaannya sendiri? Begitupun dengan Rassya, meskipun kini dia sudah dengan Aurel, hati nya tetap tak bisa berbohong. Prilly. Nama itu masih tersimpan rapih dihati dan memory otaknya. Entahlah apa yang ia inginkan. Merusak hubungan rumah tangga orang, atau menyadari sikap bodohnya ini?

" Prill, tunggu dulu. Aku mau bicara sama kamu. " Rassya mencoba mencengkam pergelangan Prilly. Secepat kilat Prilly menampiknya.

" Gue gak ada urusan lagi sama lo! " Prilly berlalu terlebih dahulu bersama Daffa. Meninggalkan Ali berdua dengan Rassya.

" Buat lo, jangan pernah ganggu kehidupan gue sama Prilly lagi! " Ali menatap Rassya dengan tatapan membunuhnya. Kemudian Ali mengikuti Prilly. Berlalu dari hadapan Rassya.

" Gue akan ikutin kalian. Dan gue gak akan nyerah. " gumam Rassya kemudian mengikuti langkah Ali dan Prilly.

****

Ali dan Prilly sedang bersantai diruang tamu. Sementara Daffa, sudah terlelap dikamarnya. Mereka sudah melupakan kejadian beberapa jam yang lalu. Apapun yang terjadi nantinya, mereka akan terus bersama-sama. Sampai maut yang akan memisahkan pasangan itu.

Suara bel, membuat Ali dan Prilly menoleh. Keduanya bertatapan bingung. Kira-kira siapa yang datang?

" Aku bukain pintu dulu ya sayang. " ucap Prilly seraya berdiri dari duduknya.

" Biar bibik aja Non yang bukain. Non Prilly tunggu sini aja. " sahut Bi Irah yang berjalan dari arah dapur. Prilly pun kembali duduk. Ia hanya mengangguk kan kepalanya sembari tersenyum.

Little Family  (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang