Hari minggu kali ini, Ali dan Prilly hanya menghabiskan waktunya untuk bersantai saja di rumah.
Pagi-pagi sekali Daffa sudah ribut, merengek minta berenang. Awalnya Prilly tidak mengizinkan karena cuaca mendung dan udara nya dingin, namun saat Ali mau menemani Daffa berenang, akhirnya dengan pasrah Prilly mengizinkannya.
Prilly memperhatikan kedua jagoannya itu yang sedang berenang. Senyumannya tak pernah pudar. Selalu ada tingkah Daffa yang membuat ia tertawa.
Cukup lama Ali dan Daffa berenang. Prilly menghentikan aktivitas keduanya. Kalau mereka lebih lama berenang lagi, bisa-bisa mereka akan sakit bersamaan.
" Sayang..... Daffa.... Udahan yuk berenang nya, udah mulai siang lohh!! Nanti kalian masuk angin!! " panggil Prilly. Daffa dan Ali menoleh bersamaan. Kemudian Ali menggiring Daffa yang menggunakan ban pelindung berenang nya untuk ke tepi kolam renang. Ali rasa, sudah cukup juga mereka berenang sejak tadi.
Setelah sampai di tepi kolam renang, Ali membantu mengangkat Daffa keluar dari kolam renang, kemudian diikuti dengan dirinya. Prilly memberikan dua handuk untuk Ali dan Daffa.
" Daffa, mandi sama Papi ya sayang. Mami mau siapin makan buat kalian dulu. " suruh Prilly sambil melilitkan tubuh Daffa dengan handuk. Ali membawa Daffa ke dalam gendongannya.
" Mandi nya yang bener ya, kalo enggak nanti masuk angin " lanjutnya kepada Ali. Ali menganggukkan kepalanya paham.
" Yaudah, aku mandi dulu ya. " Ali dan Daffa berlalu. Prilly melenggang menuju meja makan untuk menyiapkan makanan untuk Ali dan Daffa. Tadi, mereka hanya makan roti saja. Karena Daffa sudah merengek meminta sang Papi untuk menemaninya berenang.
***
Suara langkah kaki, membuat Prilly menolehkan kepalanya. Ali sedang menuruni anak tangga dengan Daffa yang berada di dalam gendongannya. Ali berjalan mendekat ke arah Prilly.
" Mami.... Mi.... " rengek Daffa. Ia mengulurkan tangannya supaya sang Mami menggendongnya.
" Iya sayang, sini sama Mami. Ngantuk ya?? " Prilly mengerti Daffa saat ini sedang mengantuk. Sehabis berenang biasanya tak lama Daffa akan terlelap. Daffa hanya menganggukkan kepalanya imut.
" Makan dulu ya. Tadi kamu gak sarapan lohh " ucap Ali sambil mengelus kepala Daffa yang berada di gendongan Prilly. Lagi lagi Daffa menganggukkan kepalanya imut, membuat sang Papi dan Mami nya tersenyum.
Ali langsung mengambil posisi duduk. Tak lama Prilly pun mengambil posisi duduk yang berhadapan dengan Ali.
" Sayang... Jangan cape-cape ya kamu, inget loh sama baby yang ada di perut kamu " ucap Ali serius. Prilly menganggukkan kepala nya imut, persis seperti Daffa.
" Iyaa, sayang. Aku ngerti kok. Tenang aja yaa.. " Ali hanya tersenyum mendengar jawaban Prilly. Tak lama Prilly memberikan sepiring nasi berserta lauknya kepada Ali.
" Nihh sayang. Makan yaa.. "
" Makasih, sayang " Prilly menampilkan senyumannya.
" Daffa, mau makan sendiri atau Mami suapin?? " tanya Prilly kepada Daffa yang sedang duduk dipangkuannya.
" Cuapin, Mi " Prilly menanggukkan kepalanya.
" Manja... Udah mau punya adek juga, masa masih minta disuapin " ledek Ali kepada Daffa. Prilly hanya terkekeh mendengar penuturan Ali. Sedangkan Daffa menatap sang Papi dengan tatapan datar nya.
" Biarin aja kenapa si, Pi. Liat noh anak kamu natapnya datar banget. Persis kamu ya... " Prilly tertawa geli melihat ekspresi Daffa yang menatap Ali dengan tatapan datarnya, persis seperti sang Papi.
