Chapter 25

40.9K 1.9K 31
                                        

" Sayanggg.... " panggilan itu membuat Prilly menoleh. Sehabis solat subuh tadi, Prilly memutuskan untuk langsung membuat sarapan. Dibantu dengan Bi Irah. Dirumah Ali dan Prilly pun tidak hanya ada Bi Irah, tetapi ada Mbak Nunu yang ikut membantu. Lebih tepatnya dia membantu menjaga Daffa dan Saffa, agar Prilly tidak terlalu lelah.

" Iyaaa, sayang. Saffa bangun ya?" balasnya. Ali menuruni anak tangga dengan Saffa yang berada dalam gendongannya.

" Dari tadi dia nangis nihh.. " ucap Ali saat sudah dekat dengan Prilly.

" Bentar, aku cuci tangan dulu. " Prilly berjalan ke arah wastafel. Mencuci tangannya agar higenis. Setelahnya, ia kembali mendekat ke Ali. Dan langsung membawa Saffa ke dalam gendongannya.

" Bi Irah sama Mbak Nunu aja ya yang lanjutin bikin sarapannya. Prilly mau nyusuin Saffa dulu. " ucap Prilly kepada Bi Irah dan Mbak Nunu sebelum ia berlalu.

" Siap, Non!! "

" Siap ibuk nyonyaa!! "

Bi Irah dan Mbak Nunu berucap serempak.

Prilly langsung berlalu ke kamar bersama Saffa. Diikuti pula oleh Ali.

Sesampainya dikamar, Prilly langsung menyusui Saffa. Sementara Ali, kembali menghempaskan tubuhnya diranjang.

" Sayang, kok tidur lagi sih? Kamu gak ke kantor emang?? " tanya Prilly saat Ali memejamkan matanya.

" Aku masih ngantuk, sayang. "

" Tapi nanti kamu telat lohh. "

" Jam berapa sih emang?? " tanya Ali. Namun matanya tetap terpejam.

" 7.10 sayang. Sana bangun atuhh. Nanti telat lohhh.. "

Ali hanya bergumam tak jelas. Prilly menggelengkan kepalanya melihat tingkat Ali.

" Eehh udah bangun sayang. Sini Nak sama Mami.. " ucap Prilly saat melihat Daffa yang sudah berdiri diambang pintunya. Daffa pun berjalan mendekat ke arah Prilly. Merangkak naik ke ranjang, walaupun sedikit dibantu oleh Prilly.

Saffa yang melihat sang kakak datang, langsung melepas hisapannya. Diliriknya Daffa yang ikut merebahkan tubuhnya disamping Ali.

" Ihhhh ngeliat abang-nya gituu amat sihh sayang... " ucap Prilly. Prilly langsung membenarkan pakaiannya dan juga gendongan Saffa.

" Mi, au cium adek.. " pinta Daffa.

Prilly mengangguk sembari tersenyum. Kemudian ia menidurkan Saffa tepat disamping Daffa. Daffa pun langsung menghujani wajah Saffa dengan ciumannya. Senyuman Prilly semakin merekah.

Saffa yang sedang dibersama sang kakak sesekali terdengar suara tawanya. Dan suara tawa itu lah yang membangunkan Ali dari tidurnya.

Ali melirik ke samping kanannya. Ada Prilly, Daffa dan pastinya sikecil Saffa yang sedang tertawa.

Ali mengucek matanya. Dan mencoba mengumpul kesadarannya. " Lahh kok udah pada bangun sih?? " tanyanya.

Mendengar suara Ali, Prilly pun menoleh.

" Ini udah siang sayang. Liat tuhh sekarang udah jam berapa?! "

Ali melirik jam dinding. Setengah delapan pagi. Masih pagi kok, lagian hari ini kerjaan Ali tidak terlalu banyak. Jadi dia bisa datang ke kantor jam berapa saja.

" Masihhh pagi sayang.. " balas Ali.

" Emang kamu gak ke kantor?? "

" Ke kantor kok. Nanti tapi, agak siangan. "

Prilly mengangguk faham.

" Mandi dulu sana ihhh. Baru nanti main sama anaknya. Aku juga mau mandiin Saffa. " suruh Prilly saat melihat Ali ikut bergabung dengan kedua anaknya.

Little Family  (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang