Bangtan Boys dan Red Velvet berkumpul ramai-ramai di ruang rias milik Red Velvet. Sekitar 30 menit lagi acara utama dimulai dan mereka harus duduk dan menikmati acara yang kurang lebih berlangsung 3 jam.
Mereka duduk dengan gugup sambil menatap manajer mereka yang berdiri di hadapan mereka. Bahkan, si leader Bangtan ikut menunduk gugup. Entah apa yang akan dibicarakan hari ini. Pasti bukan kabar bagus.
"Okay, listen." Manajer Bangtan membuka suara. Dia duduk dengan gerakan tenang dan menatap member Bangtan satu persatu.
"Penggemar kalian, maksudku shipper kalian kini sudah semakin banyak dan mereka mengharapkan sesuatu terjadi ketika acara macam ini." Mulai sang manajer. Bangtan maupun Red Velvet mengangguk dengan pelan sambil menatap manager Bangtan dengan gugup. Sepertinya mereka sudah paham dengan arah pembicaraan hari ini.
"Jadi tolong sekali untuk kalian semua jangan bereaksi apapun ketika Red Velvet atau Bangtan tampil. Tolong jangan membuat penggemar berspekulasi. Kalian tentu tidak ingin karir kalian hancur, kan?" Manager Red Velvet kini angkat suara.
"Tidak." Jawab mereka kompak. Kedua manager mengangguk puas.
"Kami juga meminta pengurus acara untuk mengatur tempat duduk kalian terpisah cukup jauh. Red Velvet berada di ujung kanan Bangtan dan bersebelahan dengan NCT, dan Bangtan berada di depan tangga. Kiri dan kanan kalian juga bukan girlgroup, tepatnya VIXX dan EXO." Jelas manager Bangtan.
"Apa?" Yoongi bertanya dengan kesal. Dia menatap Seungwan sekilas.
"Ini untuk kebaikan kalian. Kalian tentu tidak ingin para fans tahu kalau kalian berpacaran, kan?" Manager Red Velvet berucap dengan nada yang berusaha dia buat untuk dapat menenangkan mereka semua, apa lagi Yoongi.
"Para wartawan pasti sudah banyak yang memata-matai kita. Tinggal tunggu saja kapan mereka merilis berita kami." Yoongi berdecak sebal. Dia menyandarkan badannya di punggung kursi lalu bersedekap.
"Hyung, tenang." Jimin menepuk pundak Yoongi, memberikan senyuman termanisnya agar Yoongi tenang.
Seulgi menatap Jimin khawatir ketika mendengar Yoongi yang membahas tentang wartawan. Hal yang Seulgi hindari adalah mengecewakan orang tuanya dan para fansnya. Dia tidak ingin fansnya kecewa ketika mendengar berita kalau dia berkencan dengan Jimin, dia tidak ingin fansnya meninggalkannya. Fansnya yang selalu membuatnya tetap semangat melakukan kegiatan sebagai idol.
Tapi semua orang butuh cinta, kan? Sama dengan para idol. Mereka juga butuh cinta yang bukan hanya dari fans dan keluarga mereka. Mereka juga butuh cinta dari seseorang yang spesial bagi mereka. Dan Seulgi membutuhkan Jimin.
***
Semuanya berawal dari saat Bangtan hadir dalam acara Weekly Idol yang dibawakan oleh Defconn dan Heechul. Saat itu mereka dengan iseng mengungkap kembali berita tentang beberapa member Bangtan yang ingin dekat dengan Red Velvet.
Setelah rekaman selesai, Heechul mengajak mereka mengobrol di ruang tunggu. Lalu ketika Bangtan ingin pamit pulang, Heechul menawarkan sesuatu yang membuat mereka semua ternganga.
"Kalian mau nomor ponsel member Red Velvet?" Itulah pertanyaan yang sukses membuat member Bangtan terkejut saat itu.
Para member saling bertatapan dengan bingung. Namun beberapa detik kemudian Seokjin mengangguk dan saat itulah semuanya dimulai. Satu persatu dari mereka tiba-tiba berpacaran. Entah bagaimana cara mereka melakukan PDKT. Entah diam-diam bertemu atau hanya lewat pesan.
Apa lagi di media sosial ternyata banyak yang mengeship mereka. Jadi lama kelamaan perasaan mereka semakin tumbuh dan melancarkan aksi PDKT mereka. Beberapa bulan pertama dalam masa pendekatan, mereka sangat gugup setengah mati. Bingung untuk menyapa atau tidak ketika berpapasan di panggung.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Journal [p.j.m & k.s.g]
Fanfiction[SLOW UPDATE] Kumpulan cerita Jimin x Seulgi.
![The Journal [p.j.m & k.s.g]](https://img.wattpad.com/cover/94491939-64-k762745.jpg)