Kejadian malam itu merupakan malam terburuk bagi Jimin mau pun Seulgi. Keadaan seakan berubah drastis karena kandasnya hubungan mereka.
Seulgi tidak tahu kalau pisahnya dengan Jimin akan berakibat sehebat ini dengan dirinya. Dia merasakannya, kok. Seulgi sadar kalau dia jadi jarang tersenyum, kecuali ketika dia sedang berada di atas panggung. Saat ini dia hanya berharap penggemarnya tidak menyadari perubahannya ini. Dia tidak ingin membuat penggemarnya khawatir karena masalah pribadinya ini.
Diam-diam Seulgi mengecek aktifitas Jimin setelah mereka tidak lagi berhubungan. Setidaknya hati Seulgi tenang kalau tahu Jimin baik-baik saja. Lelaki itu masih bisa tersenyum cerah dan bertingkah playful seperti biasanya. Seakan berakhirnya hubungan mereka tidak berpengaruh hebat di kehidupan sehari-hari Jimin.
Mungkin memang hanya Seulgi saja yang bertingkah berlebihan. Mungkin semua yang Jimin katakan pada malam itu tidaklah jujur. Mungkin itu hanya basa-basi Jimin saja agar Seulgi berpikir bahwa lelaki itu benar-benar akan menahannya. Mungkin sebaiknya Seulgi tidak berspekulasi lebih banyak lagi.
Ini tengah malam, sudah lewat jam 12 dini hari dan Seulgi duduk terdiam di ruang tengah dormnya. Televisi menyala dengan volume yang sengaja Seulgi kecilkan, yang terpenting ada sedikit suara untuk menemaninya malam ini.
Member lain sudah tertidur di kamar mereka setelah mereka selesai latihan untuk persiapan konser SM Town nanti. Rasa lelah bahkan kalah hebat dengan kesedihan Seulgi sekarang. Hidupnya seperti berubah menjadi gelap total karena Jimin tidak lagi bersamanya. Jimin, who once was her sunshine.
Seulgi ingin sekali kembali ke Jimin, ke pelukan lelaki itu tapi rasanya mustahil. Dia yang mengakhiri, kenapa dia lagi yang harus memintanya kembali memulai dari awal? Dan lagi, Seulgi yakin Jimin sudah baik-baik saja tanpanya.
Seulgi mematikan televisi dan kemudian beranjak untuk ke minimarket di persimpangan dekat dormnya. Salah satu kebiasaan barunya setelah putus dengan Jimin, suka menyelinap keluar untuk meminum kopi di minimarket. Bagi Seulgi keluar malam hari cukup ampuh untuk meredakan kesedihannya walaupun hanya sesaat.
Yang terpenting Seulgi dapat merasakan sedikit waktu tanpa merindukan mantan kekasihnya itu.
Seulgi segera mengambil dompet dan ponselnya di dalam kamar. Tidak lupa topi dan masker hitam pemberian Jimin yang selalu dia pakai ketika berpergian dengan Jimin atau saat menyelinap keluar malam hari seperti ini.
Udara dingin langsung menyambutnya begitu dia melangkahkan kakinya keluar. Sweater tipis yang dia pakai tidak membantu sama sekali namun Seulgi tidak merasa terganggu sama sekali dengan udara dingin malam ini.
Keadaan minimarket sepi seperti biasanya. Penjaga kasir Seulgi lihat sedang mengerjakan tugasnya ketika Seulgi masuk ke dalam. Si penjaga kasir bahkan tidak menoleh sedikit pun ketika Seulgi masuk, setidaknya memastikan kalau yang datang benar pengunjung, bukan perampok.
Seulgi membeli kopinya yang seperti biasa. Kali ini ditambah dengan ramen cup karena Seulgi tiba-tiba merasa lapar karena dia belum makan setelah kembali dari latihan.
Setelah membayar dan menyeduh ramennya, Seulgi memiluh untuk duduk di bangku yang disediakan oleh minimarket ini. Masker yang dia gunakan dia lepas dan tidak peduli dengan orang yang akan mengenalinya saat keadaannya sedang seperti ini.
Selagi menunggu ramennya matang, Seulgi kembali melamun dengan matanya yang menatap kosong ke arah jalanan yang masih cukup ramai walaupun sekarang sudah jam setengah dua dini hari.
Biasanya saat jam-jam seperti ini lah waktu yang tepat untuk Seulgi dan Jimin berkeliaran di sekitar Seoul. Entah hanya berkeliling atau mampir di kedai kaki lima langganan mereka. Lagi-lagi Seulgi teringat kenangannya dengan Jimin. Ini terasa seperti apa pun yang Seulgi lakukan akan berhubungan dengan Jimin.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Journal [p.j.m & k.s.g]
Fanfiction[SLOW UPDATE] Kumpulan cerita Jimin x Seulgi.
![The Journal [p.j.m & k.s.g]](https://img.wattpad.com/cover/94491939-64-k762745.jpg)