Seulgi yang sedang duduk di sofa yang ada di ruang tunggu merutuk dengan sebal. Ponsel mahalnya dia lempar ke samping, masih mendarat di sofa juga. Seungwan yang sedang dirias melihat apa yang Seulgi lakukan lewat cermin di hadapannya.
"Hey, are you okay?" Tanya Seungwan. Seulgi menatap Seungwan lewat cermin dan mengangguk.
"Serius?" Tanya Seungwan memastikan.
"No, I'm not okay." Jawab Seulgi akhirnya. Gadis itu menyandarkan badannya dan menyisir rambutnya ke belakang. Kebiasaan Seulgi ketika gelisah atau kesal.
"Kenapa?" Tanya Yerim yang baru mendudukan dirinya di samping Seulgi. Si bungsu memberikan kembali ponsel Seulgi dan menunggu Seulgi untuk bercerita.
"Aku akan cerita nanti. Aku harus fokus untuk tampil hari ini." Kata Seulgi. Yerim dan Seungwan mengangguk pasrah dan kembali ke kesibukan masing-masing.
***
"Kau sudah melihat artikelmu hari ini?" Tanya Jungkook yang ada di depan Jimin. Mereka sedang berada di ruang latihan untuk menyiapkan comeback mereka sekitar dua minggu lagi.
"Artikel apa?" Tanya Jimin. Lelaki itu menyandarkan badannya ke dinding kaca lalu mengambil botol minumnya. Berlatih vokal dan dance sejak dua jam yang lalu tanpa henti membuatnya seperti ikan yang baru saja ditangkap, dia perlu air secepatnya.
"Artikelmu dengan Seulgi." Jawab Jungkook santai.
"Hah?" Jimin yang hendak meneguk minumannya membatalkan niatannya itu, dia mengambil ponselnya yang tergeletak di sampingnya. Dengan segera membuka aplikasi twitter dan melihat artikel tentang dia dan Seulgi.
Sekitar 3 menit setelahnya, Jimin tertawa. Dia merasa artikel itu konyol. Tidak masuk akal dan sangat dipaksakan.
"Apa yang lucu?" Tanya Jungkook penasaran. Lelaki itu mendekat dan mengintip ke arah ponsel Jimin dan mendapati kalau Jimin sedang membuka artikel yang dia maksud tadi.
"Menurutmu bagaimana?" Tanya Jungkook lagi.
"Tidak tahu. Ini aneh menurutku. Memakai barang yang sama tidak pasti kita pacaran, kan?" Jawab Jimin. Jungkook mengangguk-angguk setuju.
"Aku bukan tipikal lelaki yang suka menggunakan barang samaan dengan pacarku. Lagi pula sepertinya orang yang berpacaran tidak bertukar barang?" Lanjut Jimin.
"Nah, aku juga berpikir seperti itu. Terkadang netizen terlalu konyol dan mengada-ada. Berita yang mereka buat tidak masuk akal sama sekali."
"Betul sekali, Jeon."
"Tapi bukannya kalian pernah tampil bersama? Acara akhir tahun itu." Tanya Jungkook.
"Oh, iya kami pernah tampil bersama."
"Jadi menurutmu dia bagaimana?"
"Bagaimana apanya?" Jimin tertawa canggung. Pertanyaan Jungkook sangat kabur untuknya.
"You know exactly what I mean." Jungkook menatapnya malas. Jimin gelagapan, dia mengelus tenguknya sembari berpikir.
"Dia cantik, suaranya bagus, pintar menari. Itu menurutku." Jawab Jimin seadanya. Well, dia cari aman. Walaupun Jungkook itu si bungsu, lelak ini memiliki otak yang licik dan iseng.
"Kau menyebutkan faktanya yang semua orang sudah tahu, bodoh. Ayo cepat jawab." Paksa Jungkook.
"Oke, oke. Dia sangat cantik. Saat latihan dia banyak mengobrol dan tersenyum pada siapapun. Dia lemot tapi menggemaskan. But she could be cute and sexy at the same time." Jawab Jimin jujur. Sebenarnya masih ada banyak pendapatnya tentang Seulgi.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Journal [p.j.m & k.s.g]
Fanfiction[SLOW UPDATE] Kumpulan cerita Jimin x Seulgi.
![The Journal [p.j.m & k.s.g]](https://img.wattpad.com/cover/94491939-64-k762745.jpg)