Jimin: gue ke rumah lo ya
Seulgi: ngapain
Jimin: ngambil oleh2 lah
Seulgi: oleh2 apaan nyet
Jimin: kan kemaren angkatan lo baru gtc* masa gue ga dikasih apa2?
Seulgi: dih
Seulgi: ga ada
Jimin: nahan banget lo
Seulgi: ya emg ga ada gmn dong
Jimin: ga ma tau
Jimin: gua otw
Seulgi: bodoamat, gua ga beli apa2
Seulgi: emg lo tau rmh gue?
Jimin: tau elah, sumber gue banyak
Seulgi: berak sekebon
Seulgi melempar ponselnya ke atas kasurnya. Pesan dari Jimin membuatnya kesal dan panik secara bersamaan. Dua minggu dekat dengan mantan kakak kelasnya itu, baru hari ini Jimin mengajaknya bertemu secara langsung dan dia belum siap.
Ingin rasanya dia lenyap agar tidak bertemu dengan Jimin. Dia belum berani untuk bertemu dengan gebetan barunya itu. Seulgi merasa ini belum saat untuk mereka mengobrol secara langsung. Yah, walaupun dulu mereka sering kali bertemu di sekolah. Just passing by each other.
Seulgi akhirnya beranjak untuk berdiri di hadapan cermin. Dia merapikan rambutnya sedikit dan meraba wajahnya yang polos. Berpikir beberapa detik, dia meraih bedak yang biasa dia gunakan. Lalu memoleskan bedak secara tipis di wajahnya dan menggunakan tinted lipbalm andalannya.
"Gue ngapain dandan, sih?" Seulgi berdecak sebal lalu segera berbalik, tidak ingin menatap wajahnya lewat cermin.
Akhirnya dia memilih intuk kembali menyibukkan diri dengan cara memainkan ponselnya sambil merebahkan diri di atas kasur empuknya. Cukup lama dia menunggu sampai notifikasi pesan dari Jimin masuk ke ponselnya.
"Astaga beneran dateng." Seulgi merutuk sebal dan berdiri untuk menghampiri Jimin yang katanya sudah berada di depan rumahnya. Walaupun kesal, tidak dapat dibohongi kalau dia gugup setengah mati.
Mereka duduk di teras rumah Seulgi, yang berawal canggung namun lama kelamaan suasana berubah menjadi santai dan cukup asyik karena Jimin punya banyak bahan obrolan yang membuat Seulgi tertawa beberapa kali.
"Terus, itu bus yang kecelakaan gimana?" Tanya Jimin setelah meneguk air mineral dingin yang disediakan Seulgi.
"Yang lain baik-baik aja, kecuali kondektur sama temen gue si Taemin." Jawab Seulgi.
"Bus berapa, sih?"
"Bus 6, busnya Yerim."
"Aduh, Yerim ngga luka, kan?" Tanya Jimin iseng. Senyuman jahilnya terpampang jelas di wajah tampannya itu. Seulgi menatap Jimin sebal.
"Ngga, cuman nangis aja pas gue samperin di rest area." Jawab Seulgi jutek.
"Untung Yerim baik-baik aja. Lega gue dengernya." Kata Jimin lagi. Seulgi hanya menggumam dan terus memakan cemilan yang dia bawa dari Malang.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Journal [p.j.m & k.s.g]
Fanfiction[SLOW UPDATE] Kumpulan cerita Jimin x Seulgi.
![The Journal [p.j.m & k.s.g]](https://img.wattpad.com/cover/94491939-64-k762745.jpg)