"Ah, gue seneng banget!" Seulgi berteriak heboh begitu membuka pintu kamar Joohyun, padahal Seulgi baru saja tiba di rumah gadis itu.
"Iya, gue udah paham. Ngga perlu diperjelas lagi." Sahut Seungwan. Seulgi tertawa girang dan menghempaskan tubuhnya di samping Seungwan yang sedang memainkan ponselnya. Lagu Shape of You milik Ed Sheeran terputar dari ponsel Joohyun.
"Sumpah demi apapun, gue senyum-senyum sendiri pas Jimin bales personal chat gue. Kan gue jadi kayak orang tolol." Seulgi lagi-lagi bercerita dengan senang. Dia bahkan tersenyum sangat bahagia setelahnya. Seungwan sampai bingung melihat tingkah Seulgi yang terlalu lebay hanya kerena dibalas pesannya oleh Jimin.
"Lo gila, ya. 5 tahun, kan? Dari kita kelas tujuh? Dan sekarang kita udah kelas sebelas. Hebat." Kata Joohyun kagum. Ponselnya entah sejak kapan sudah berada di samping tubuhnya.
"Lo setia banget, Seul. Gue heran sama lo." Sooyoung bertepuk tangan tiga kali membuat Seulgi tersenyum malu dan sedih secara bersamaan.
"Mau gimana lagi? Gue ngga ketemu cowok lain yang bisa bikin gue suka sama mereka. Walaupun kita udah misah dua tahun karena beda sekolah, gue masih tetep suka sama dia." Jawab Seulgi. Ketiga temannya yang lain hanya menatap Seulgi iba.
Terkadang mereka kasihan dengan Seulgi yang masih setia suka dengan Jimin selama 5 tahun lamanya tanpa ada status yang jelas. Dekat saja tidak. Bahkan Jimin termasuk cowok yang sangat cuek terhadapa perempuan dan Seulgi masih betah menaruh perasaannya kepada Jimin.
"Apa lagi sekarang lo satu tempat les sama Jimin, ya? Semakin ngga bisa move on." Kata Seungwan. Seulgi hanya bisa mengangguk lemah.
"Jodoh itu ngga kemana." Kata Joohyun iseng. Sekalian memberikan Seulgi semangat.
"Amin, gue juga maunya kayak gitu." Seulgi tertawa malu-malu setelahnya. Hanya Jimin seorang yang bisa membuatnya bertingkah seperti ini padahal Seulgi termasuk cewek yang kalem dan tidak suka mengekspresikan dirinya.
"Udah, ah. Gue mau dandan dulu. Acaranya jam empat, kan?" Sooyoung berdiri untuk mengambil tasnya yang ada di meja belajar Joohyun.
"Lo udah dandan dari rumah, Seul?" Tanya Seungwan. Seulgi hanya mengangguk sambil menatap wajahnya di kamera ponselnya, bersiap untuk selfie.
"Udah, biar ngga ribet dandan disini." Jawab Seulgi.
"Ah, bilang aja lo semangat karena mau ketemu Jimin, kan?" Goda Seungwan. Seulgi menatap Seungwan tajam dan berusaha untuk menahan senyumannya itu. Terkadang teman-temannya suka iseng dan menggodanya terlalu parah kalau mengenai Jimin.
"Bacot."
***
Seulgi dan Joohyun baru saja kembali dari minimarket di depan kompleks rumah Joohyun. Seulgi memarkirkan motor Joohyun dengan hati-hati dan menutup pagarnya. Lalu dia masuk ke dalam menyusul Joohyun.
Baru beberapa langkah masuk ke dalam, dia mendegar suara gaduh anak cowok yang dia kenal dan mesin motor. Kembali dia keluar dan membukakan pagar untuk teman-teman cowoknya yang baru datang.
Betapa senangnya Seulgi begitu melihat Jimin benar-benar datang kemari. Padahal kalau dipikir, Seulgi dan Jimin sudah sering bertemu karena mereka satu kelas di tempat les mereka. Kenapa Seulgi bisa sesenang ini?
Dengan tampang cueknya, Seulgi membuka pagar rumah Joohyun dengan lebar agar para cowok bisa memarkirkan motor mereka.
"Parkirnya yang rapi." Kata Seulgi cuek dan kembali ke dalam. Dia sempat mencuri pandang ke arah Jimin yang masuk pertama.
"Yang cowok udah pada dateng." Kata Seulgi kepada Joohyun. Gadis itu berada di dapur dan sedang menyiapkan pitcher untuk membuat sirup.
"Suruh ke atas aja, kita bikin minum dulu." Kata Joohyun. Kemudian para cowok masuk dan berdiri di depan dapur. Tidak tahu harus kemana.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Journal [p.j.m & k.s.g]
Fanfiction[SLOW UPDATE] Kumpulan cerita Jimin x Seulgi.
![The Journal [p.j.m & k.s.g]](https://img.wattpad.com/cover/94491939-64-k762745.jpg)