Seulgi harus berterima kasih kepada kakak kelasnya yang sedang menempuh ujian nasional. Berkat mereka, Seulgi mendapatkan jatah libur selama 4 hari. Lumayan, kan? Dia bisa bersantai di rumah atau sekedar jalan-jalan. Mungkin bersama Krystal atau bersama Jimin. Pokoknya dia akan memanfaatkan 4 hari liburnya dengan sebaik-baiknya.
Hari ini dia bangun dengan keadaan yang sangat lapar karena semalam dia tidak menyentuh makanan apa pun. Terlalu fokus dengan novel roman yang sedang dia baca sampai lupa dengan segalanya. Termasuk chat dari Jimin yang dia diamkan.
Ponsel Seulgi yang sedari tadi tergeletak di atas meja menyala, menunjukkan notifikasi free call dari Soojung.
"Oi." Sapa Seulgi.
"Laper, nih. Sarapan bubur, yuk?" Ajak Soojung langsung. Seulgi melihat jam dinding di depannya, sekarang menunjukkan waktu pukul 9 lewat, nyaris setengah 10 pagi.
"Dimana? Udah abis semua kali jam segini."
"Ada, deh. Di deket rumah sakit deket kompleks. Mau?"
Seulgi terdiam beberapa detik. Dia sendiri merasa lapar, sangat lapar malah. Sekarang juga tidak ada makanan. Mamanya tidak membeli sarapan tadi pagi.
"Enak nggak? Gue kalau makan bubur harus yang enak banget." Kata Seulgi.
"Gue tau lo kali, makanya gue mau ngajak lo sarapan bubur ini. Ayo, lah." Mohon Soojung di sebrang.
"Ya udah, gue cuci muka sama sikat gigi dulu. Lo yang kesini atau gue yang ke rumah lo?"
"Gue ke rumah lo aja, deh. Gue bawa motor juga, kok."
"Siap."
Sambungan terputus dan Seulgi langsung beranjak ke kamar mandi. Tak lupa untuk mengisi baterai ponselnya yang tersisa 34%.
Dia harus gerak cepat karena Soojung kemari menggunakan motor. Rumah mereka hanya berbeda dua blok, kurang lebih 5 menit lagi sampai.
Tepat setelah Seulgi selesai menyisir rambutnya, suara klakson motor terdengar dari luar rumahnya. Dengan cepat Seulgi keluar setelah mengambil keperluannya dan mengunci rumahnya. Dia naik ke motor Soojung dan segera meluncur ke tempat bubur tujuan mereka.
***
"Lo duduk aja, biar gue yang mesen." Kata Seulgi setelah turun dari motor Soojung.
"Mas, bubur dua makan di sini, ya. Satu komplit, satunya lagi nggak usah pake seledri." Si mas penjual bubur sempat terpana dengan kecantikan Seulgi, kemudian mengangguk dengan cepat dan segera membuatkan bubur untuk si eneng cantik ini.
"Lo mau sate apa, nih?" Tanya Soojung setelah Seulgi mendudukan diri di hadapannya.
"Usus aja yang kayak biasa." Jawab Seulgi. Soojung mengangguk dan memisahkan 4 sate usus untuk mereka berdua. Lalu tak lama bubur mereka datang.
"Makasih, mas." Ucap Soojung dan sudah sibuk dengan buburnya.
"Sambelnya jangan kebanyakan, Tal. Nanti perut lo sakit lagi." Kata Seulgi memperingatkan. Soojung hanya menggumam sebagai jawaban dan menyendokkan dua sendok makan penuh sambal ke buburnya. Sedangkan Seulgi hanya bisa menggeleng pasrah.
"Eh, gue mau nanya." Kata Soojung setelah mereka terdiam cukup lama. Bubur mereka berdua tersisa setengah.
"Nanya aja. Sok formal." Cibir Seulgi.
"Lo lagi berantem sama Jimin?" Tanya Soojung. Seulgi dengan perlahan mendongak dan menatap Soojung. Ada gerangan apa Soojung bertanya seperti ini?
"Hah? Gimana, gimana?" Seulgi balik bertanya. Dia memiringkan sedikit kepalanya dan menatap Soojung bingung.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Journal [p.j.m & k.s.g]
Fanfiction[SLOW UPDATE] Kumpulan cerita Jimin x Seulgi.
![The Journal [p.j.m & k.s.g]](https://img.wattpad.com/cover/94491939-64-k762745.jpg)