"Apa kalian percaya cinta pada pandangan pertama? Ah aku rasa sekarang aku mulai mempercayainya" -S.A
-Please, stay
Part 5th
Tiara P.O.V
Hari ini, tepatnya hari senin. Hari yang dari dulu paling aku benci. Ya, sudah dari 9 tahun yang lalu aku bersekolah, upacara bendera tetap wajib untuk diikuti setiap senin. Bukannya aku gak cinta Indonesia, tapi ya aku hanya merasa lelah aja tiap hari senin harus berdiri lama-lama sambil panas-panasan hormat sama bendera.
Aku mengambil topi khas anak SMA yang wajib dipakai setiap hari senin dari dalam tasku. Kemudian aku meletakkannya di atas kepalaku, lalu aku mengikat rambutku yang tadinya terurai dengan memasukkannya ke dalam lubang belakang topi, seperti kebiasaan ku di SMP dulu.
Guru BP masuk ke kelas kami dan memberi aba-aba untuk segera turun ke lapangan. Dengan malas aku, Erin, Anggi, dan Keren segera melangkahkan kaki menuju lapangan sekolah yang luasnya hampir sama dengan lapangan bola GBK. Enggak deng, gede banget.
*****
FIUH..
Aku mengibaskan rambutku ke belakang. Aku dan kawan-kawan sedang menikmati sejuknya minuman teh kotak rasa melati. Setelah istirahat sekitar 10 menit di kantin sehabis upacara bendera yang menyebalkan, akhirnya kami kembali ke ruang kelas setelah mendengar bel tanda selesai istirahat berbunyi.
"Rin, bagi air putih lu dong, malah jadi haus nih minum teh kotak." kataku ketika kami sampai di bangku kami masing-masing. Erin segera mengeluarkan botol berisi air mineral dari tasnya dan memberikannya kepadaku.
GLEK! Segeerrr..
"Sumpah, itu upacara terlama yang pernah gua alamin!" ujar Erin sembari menengguk air minumnya juga.
"Iya, ya, sampe hampir sejam lebih, sampe gemeteran kaki gue." sambungku memegangi kedua kaki ku yang masih gemetar karena terlalu lama berdiri. Memang upacara di hari awal-awal menjadi siswa di sekolah baru selalu seperti ini. Lama, karena pasti ada banyak kata-kata sambutan sedemikian rupa yang dibuat oleh sang kepala sekolah. Sebenarnya menurutku itu terlalu bertele-tele dan membuang waktu saja.
Beberapa saat kemudian, Bu Evi sang wali kelas yang cetar membahana itu masuk ke kelas. Kelas yang tadinya riuh ramai mendadak hening seketika. Bu Evi tidak sendirian, ada seorang cowok berjalan mengikutinya.
Begitu sampai di depan kelas, cowok itu menengadahkan kepalanya menatap seisi ruangan. Mata seluruh anak cewek di kelas ini membelalak menatap indahnya makhluk ciptaan Tuhan di depan kami ini.
"Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru di kelas ini. Coba perkenalkan diri kamu dulu ganteng." ujar Bu Evi sambil sedikit mencoel lengan berondong di sebelahnya. GENIT!
"Saya Tama Anggara Putra, pindahan dari SMAN 24 Jakarta." cowok itu mulai memperkenalkan diri. Jangan tanya gimana suaranya, suara bariton yang jelas keren abis.
OH GOD! Mataku tak bisa lepas memandang cowok yang tengah berdiri tegap di depan ini. Dia tinggi pake banget, kurus sedang, putih, rambutnya sedikit gondrong, acak-acakan keren gitu dan wajahnya benar-benar tampan mirip seperti Viners, dan salah satu anggota Magcon Boys bernama Cameron Dallas. Well, terdengar berlebihan tapi ya, dia memang termasuk ke dalam tipe cowok impianku.
Aku sampai tidak bisa mengedipkan mata sekalipun saat menatap wajah itu. Erin yang sedari tadi sibuk dengan tempat pensil yang baru dibelinya hari minggu kemarin, alhasil mulai sadar dengan kelakuanku dan mulai menatapku dengan tatapan aneh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, stay
Teen Fiction[TAMAT] [REVISI] [RANK 4 IN JUNE 18th] Tiara sudah mencintai Tama sejak awal pertemuannya dengan lelaki itu, semua orang memuja Tama sebagai sosok Badboy yang tampan dengan segala sisi kesempurnaan yang dimilikinya. Bagi keduanya, takdir adalah sat...
