"Call me greedy, call me selfish, but i don't want anyone else holding your hand." -TumblrQuotes
Please, stay
Part 35th
(Mulmed : Tama Anggara Putra & Tiara Lavina)
Author P.O.V
HOP!! Tiara melompat dari tembok belakang sekolah yang tidak terlalu tinggi, Tama dengan sigap menangkap tubuh mungil gadis itu agar tidak terjatuh ke tanah. Hari ini mereka berdua memutuskan untuk bolos sekolah. Awalnya semua ini adalah ide gila dari Tama, dia sudah merencanakan hal ini sejak mereka bertemu dua hari yang lalu, tentu saja hal ini pertamanya ditolak mentah-mentah oleh Tiara.
Sebandel-bandelnya dia, Tiara tidak pernah yang namanya sampai bolos sekolah, tapi entah kenapa dia tidak bisa menolak permintaan dari Tama akhirnya dia setuju untuk bolos sekolah dengan lelaki yang memang sudah langganan bolos sekolah itu.
"Ayo Ra, masuk cepetan." Titah Tama sembari membukakan pintu mobilnya, Tiara mengangguk lalu dengan sedikit tergesa dia masuk ke dalam mobil yang sengaja diparkirkan Tama di tempat parkir di dekat minimarket yang ada di belakang sekolah agar tidak terlihat oleh satpam di sekolah mereka.
Pakai seatbelt nya," kata Tama lagi, dia kemudian menoleh ke arah gadis di sampingnya itu begitu menyadari wajah Tiara yang kini seperti orang cemas, "Udah tenang aja cuma untuk sekali ini ko." Kata Tama tersenyum, Tiara ikut tersenyum samar.
"Tapi, lo yakin gak apa-apa Tam? Gua jadi agak takut gini." Tukas Tiara kemudian, Tama menggenggam tangan gadis itu.
"Percaya sama gua." Kata-kata hangat itu keluar dari bibir milik pemuda itu, seketika perasaan Tiara kembali merasa tenang.
Lalu mobil sedan berwarna putih itu kemudian melaju meninggalkan perkarangan minimarket. Tiara sedikit menurunkan tubuhnya ke bawah begitu mereka melintasi halaman depan gerbang sekolah takut kalau satpam yang bertugas untuk menjaga gerbang melihatnya. Beberapa saat kemudian mereka mulai masuk ke jalan tol. Tama membelokkan mobilnya begitu mereka sampai di sebuah rest area yang ada di persimpangan jalan tol.
"Lo bawa baju gantinya kan?" Tanya Tama, Tiara mengangguk, lalu kemudian mereka turun dari mobil dan menuju ke toilet umum yang ada di rest area.
Tama memang menyuruhnya untuk membawa pakaian ganti sebelumnya, Tama berencana untuk mengajaknya ke suatu tempat istimewa yang tidak mungkin bisa dilupakannya. Mumpung kedua orang tua nya juga belum pulang dari pekerjaan mereka di Surabaya, jadi Tiara berani mengambil resiko untuk pergi jauh.
Tiara mengenakan celana jeans panjang berwarna darkblue dan hoodie berwarna hitam juga memakai sepatu converse kesayangannya. Tama juga mengenakan hoodie dengan warna senada dengannya kalau orang melihat, pasti langsung menebak kalau mereka berdua adalah pasangan couple. Mereka meletakkan seragam putih abu-abu mereka di ransel mereka masing-masing, mereka juga membawa pakaian cadangan.
Kemudian setelah mereka selesai mengganti pakaian, mereka langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju Bandara Soekarno-Hatta. Tama menitipkan mobilnya di tempat khusus penitipan mobil untuk orang yang hendak berpergian jauh.
*****
Tiara P.O.V
Pesawat mendarat di Singapore Changi Airport. Ya, ke sinilah Tama mengajakku, entah yang ku lakukan ini hal bodoh atau bukan, tapi selama aku melakukannya dengan Tama, aku senang. Aku memang belum bisa melupakan peristiwa yang membuat hubunganku dengannya menjadi renggang beberapa minggu lalu. Ah, tapi sudahlah yang lalu biarlah berlalu. Waktu di Singapura kini sudah menunjukkan pukul 2 siang, aku merogoh tas ranselku dan kembali menyalakan ponsel yang sedari tadi aku matikan selama berada di dalam pesawat. Aku menggeser lockscreen handphone ku dan notifikasi line seketika muncul berdatangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, stay
Teen Fiction[TAMAT] [REVISI] [RANK 4 IN JUNE 18th] Tiara sudah mencintai Tama sejak awal pertemuannya dengan lelaki itu, semua orang memuja Tama sebagai sosok Badboy yang tampan dengan segala sisi kesempurnaan yang dimilikinya. Bagi keduanya, takdir adalah sat...
