25. Sweet Chocolate Cheesecake

2.6K 173 21
                                        


"If i could do anything, i would kiss you in the middle of the street, in the rainiest day."-WordSandd

Please, stay
Part 25th

Author P.O.V

   Kriiingg..kringg..

      Gadis itu menekan ujung jam weaker di dekatnya, lalu menarik kembali selimut pink kesayangannya, dan bergulung di dalamnya sambil matanya masih terpejam. Hangat.

     "Iya dia cewek gua."

     Gadis itu tersenyum mengingat kata-kata yang beberapa minggu kemarin dia dengar sendiri dari lelaki yang dicintainya. Baru diakuin jadi pacar pura-pura aja udah seneng, gimana jadi pacar beneran. Batin Tiara barusan.

      "Senin," Gumam gadis, matanya masih terpejam. "SENIN!!!" Gadis itu spontan membuka lebar matanya dan segera melepaskan selimut itu lalu pergi mandi.

      Setelah memakai seragamnya ia bergegas turun ke bawah. Di dapatinya lagi orang tuanya sedang berbincang ria di meja makan. Tiara mengucap salam selamat pagi dan duduk di bangku meja makan kesayangannya.

    "Gimana tangan kamu? Masih sakit?" Tanya Adi pada Tiara.

   "Enggak ko pa, udah mendingan. Ini udah Tiara lepas perbannya jadi cuma pakai plester aja." Jawab Tiara sembari menunjukkan lengannya dan kemudian menyuap nasi goreng buatan Bi Ijah ke mulutnya.

   "Makanya jadi anak jangan petakilan, kalo sampai kamu jatoh ke jurang gimana ceritanya itu." Tukas Diana acuh tak acuh.

    "Hemm namanya juga musibah mah, siapa yang tau." Kata Tiara cuek.

    "Mamah ini malah ngomong gitu, kalau Tiara sampai kenapa-napa gimana? Kan kita juga yang repot." Gerutu Adi.

    "Iya dehh maapp." Tukas Diana, Tiara cekikikan.

   "Ya udah Tiara berangkat ya udah mau jam setengah 7 nih, telat nanti." Kata Tiara setelah makanannya sudah habis.

    "Ya udah hati-hati di jalan, salam buat Emily." Ujar Adi. Tiara mengangguk lalu menggemblok tas sekolah miliknya dan mengikat tali sepatu converse nya.

   Setelah mengucap salam pada kedua orang tuanya, dia berjalan ke arah pintu depan, lalu membukanya.

   Dug!

    Tiara melihat ke bawah begitu sadar kakinya menendang sesuatu. Mata gadis itu membulat begitu mendapati sebuah boneka unicorn berwarna merah jambu dengan sedikit warna ungu di bagian rambut atasnya.

    Tiara segera mengambil boneka yang terbungkus plastik bermotif bunga dengan pita berwarna merah yang mengikat ujung plastik itu. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan kalau tidak ada orang yang sengaja menaruh boneka itu di sini.

     "Eh--" Tiara menarik sepucuk kertas kecil berwarna biru muda yang terselip di antara ikatan pita plastik.

    From : Anonnymuse

   "Dari siapa ya?" Tiara menggaruk tengkuknya yang memang gatal. Lalu dia mengangkat acuh bahunya setelah itu kembali ke kamarnya untuk meletakkan boneka itu di kamarnya.

Please, stayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang