"A sky full of stars and he was staring at her"-Tumblr
Please, stay
Part 32nd
FLASHBACK ON~
Iris mata cokelat milik lelaki itu tercekat begitu dia melihat gadis yang sedari tadi dia perhatikan dari sebelum gadis itu turun ke kolam sampai sekarang tiba-tiba saja gadis itu diam tak bergerak di tengah kolam, tanpa pikir panjang lagi dia langsung membuang asal puntung rokok yang ada di tangannya dan melepas sepatu converse yang di kenakan nya lalu dia berlari ke arah kolam, BYUR!! Dia segera berenang ke arah gadis itu tidak peduli dengan pakaiannya yang kini basah, satu-satunya yang ada di pikirannya kini adalah untuk segera menyelamatkan gadis itu. Begitu sampai, cowok itu segera mendekap erat tubuh gadis yang sekarang tidak sadarkan diri itu dan langsung membawanya ke tepian kolam, dia segera membawa tubuh Tiara ke atas tepian kolam dan langsung memberikan pertolongan pertama untuknya, dia segera mendekatkan bibirnya ke bibir tipis Tiara yang kini terlihat pucat pasih dan menciumnya dengan menghelakan napasnya ke dalam mulut mungil milik Tiara beberapa kali sambil sesekali menekan -nekan bagian dada atas gadis itu, dia tidak memperdulikan lagi kalau aksi nya itu ditonton oleh semua teman-temannya dan juga guru olahraga nya sendiri, yang terpenting untuknya kini adalah membuat gadis itu kembali bernapas. Barulah setelah beberapa kali dia menciumi bibir gadis itu, Tiara segera sadar dan kembali bisa bernapas. Lelaki itu menghela napas lega begitu usahanya berhasil.
FLASHBACK OFF~
******
Author P.O.V
Remaja berusia 18 tahun itu memandang langit-langit kamar milik Radit, sahabatnya. Kedua tangannya dia letakkan bertumpu di atas kepalanya, pikirannya menerawang jauh. Dia masih terngiang dengan apa yang telah dilakukannya pada gadis itu kemarin, tapi kenapa dia malah jadi menginginkan hal yang lebih dari itu? Dia menginginkan hal yang lebih dari sekedar memberikan napas buatan saja pada gadis itu.
"Ck, mikir apa sih gua!" Runtuk Tama begitu sadar kalau pikirannya mulai ngaco.
Cklek-- Tama menoleh begitu seseorang membuka pintu kamar milik Radit, didapatinya seorang remaja sepantarannya itu berdiri di ambang pintu kamarnya.
"Ayo turun Tam, sarapan bareng nyokap ama ade gua di bawah." Ajak Radit. Tama menghela napas panjang.
"Lo makan duluan aja, nanti gua nyusul, gua belom laper." Ujar Tama, sembari meraih ponsel bermerk Apple dari bawah bantal yang ditidurinya.
"Yeh ya udeh dah, ntar kalo lu laper turun aja yak?" Tukas Radit.
"Hem--" jawab Tama singkat, Radit segera menutup kembali pintu kamarnya dan turun ke bawah.
Tone Handphone~
Baru saja pemuda itu menggeser lockscreen ponselnya tiba-tiba dia langsung menerima panggilan masuk dari nomor yang sangat dikenalinya, dia memang sengaja tidak memasukan nomor itu ke dalam kontak list di ponselnya makanya tidak tertera siapa nama orang yang meneleponnya itu. Setelah beberapa saat dia menimbang apa sebaiknya perlu dia mengangkat telepon dari orang itu, akhirnya dengan terpaksa dia mengaccept panggilan telepon yang sedari tadi tidak putus-putus meneleponnya itu. Setelah itu dia meletakkan ponselnya tepat di telinga sebelah kanannya dengan tak acuh dia mencoba untuk menyimak apa yang akan dibicarakan lelaki itu lagi padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, stay
Novela Juvenil[TAMAT] [REVISI] [RANK 4 IN JUNE 18th] Tiara sudah mencintai Tama sejak awal pertemuannya dengan lelaki itu, semua orang memuja Tama sebagai sosok Badboy yang tampan dengan segala sisi kesempurnaan yang dimilikinya. Bagi keduanya, takdir adalah sat...
