II

17K 913 33
                                        

Gedang mengernyitkan dahi melihat kalender yang tergantung di kamar orang tuanya. Sebenarnya sih itu kalender biasa. Yang menarik perhatiannya justru semua tanggal sampai hari ini disilang tanpa terkecuali. Selain itu, ada satu tanggal yang dilingkari dengan spidol merah. Maksudnya apa ya/ gumam Gedang dalam hati.

"Woey, lama amat Bang? Timbang ngambil dompet doang..." tiba-tiba Kamidia udah nongol di depan pintu kamar orang tua mereka.

"Ini, Abang bingung aja sama kalender mama-papa. Semua tanggal pada disilang..."

Kamidia ikut-ikutan memperhatikan kalender itu. "Ah, biasa aja. Mungkin Cuma pengingat. Buktinya tanggal yang terakhir di silang hari ini kan?"

'Ya. Tapi ada tanggal yang dilingkari juga tuh..."

"Jadwal arisan kali."

"Mungkin... nih, kasih ke mama dompetnya..." Gedang menyodorkan dompet ke Kamidia yang masih fokus melihat ke kalender.

"Bang..., kamu tahu ini tanggal apa?"

"Tanggal 18."

"Ya. Bukan itu maksudnya. Masa sih kamu nggak tahu ada apa dengan tanggal ini?"

Gedang berusaha berpikir.

"Ya ampun Baanggg... ini tanggal ulang tahun kamu!"

"OOHH IYYAAA...! Kok aku bisa lupa ya..?"

"Hhhh...ingatan kamu benar-benar jelek ya, Bang..." ledek Kamidia sambil mengambil dompet yang sedari tadi disodorkan Gedang.

"Heiii....dompetnya ada nggak?" tegur Mama. Beliau terpaksa menyusul kedua anaknya yang nggak muncul-muncul juga.

"Ada, Ma. Nih..." Kamidia memberikan dompet ke mama.

"Kalian ngapain sih? Ngambil dompet kok lama banget? Dia juga disuruh nyusul malah gak datang-datang..."

"Ini kalender apaan ya, Ma?" tanya Gedang.

Sang Mama melirik kalender yang tergantung di hadapan Gedang. "Kalender biasa. Pakai nanya.."

"Kok semua tanggalnya disilang?"

"Biar kalo lihat kalender gak keliru gitu lho. Kalo yang disilang berarti tanggalnya udah kadaluarsa."

"Oh...." Gedang membuka halaman selanjutnya.

"Ya udah, mama pergi dulu ya..." pamit Mama.

"Ya. Hati-hati, Ma..." Cuma Kamidia yang nyahut.

Sepeninggalan sang mama, kakak beradik itu masih di kamar orang tua mereka.

"Di, kok Cuma ultah Abang aja yang ditandai? Ultah kamu sama Mbak nggak..." kata Gedang setelah membolak-balik lembar kalender.

"Masa?" Kamidia ikut-ikutan meneliti tanggal di kalender.

"Ish! Mama curang banget. Masa Cuma ultah kamu aja yang ditandai..."

"Karena aku anak cowok satu-satunya kali. Jadi spesialll..."

"Ish! Gak penting banget. Palingan karena mama lupa sama ultah kamu. Kalo ultah aku sama Mbak, udah dihafal luar kepala," Kamidia nggak mau kalah.

"Kalian nggak spesial, weeee...!" ledek Gedang sambil keluar kamar.

"Bodooohhh...!"

***

Ditemani alunan lagu Dari Mata yang dilantunkan penyanyi pendatang baru JAZ yang dari Brunei itu, Gedang asyik teleponan sama Ambar.

"Kamu lagi apa?" tanya Ambar.

BANGSATTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang