Chapter 10

3.2K 349 51
                                        

#PREM

Aku terbangun dan merasakan sakit di seluruh tubuhku. Tubuhku rasanya kaku dan kepalaku masih sangat pusing. Aku mengerjapkan mata beberapa kali dan menyadari bahwa aku sedang berada di rumah sakit.

"Kau sudah bangun?" Suara Knott yang sedang duduk di sampingku mengejutkanku. Aku memandangnya sejenak, dan kemudian berusaha untuk bangun. "Jangan banyak bergerak dulu, bodoh. Tubuhmu masih lemah," Kata Knott lagi, sembari kembali membantuku berbaring dengan nyaman. "Kau haus? Lapar? Atau butuh sesuatu? Katakan saja padaku."

"Aku haus Knott. Tolong ambilkan aku air," Knott langsung bergerak ke arah meja dan menuangkan air ke dalam gelas kosong. Setelah itu, dia pun membantuku untuk minum.

"Terimakasih," Ucapku. "Berapa lama aku pingsan?"

"Sejak semalam." Kata Knott.

Aku menghela nafas panjang. "Aku pikir, aku mimpi buruk semalam," Kataku. Dan Knott langsung menatapku tajam. "Aku tau, aku tau. Itu bukan mimpi. Benar kan?"

"Apa yang kau bicarakan Prem?"

"Euh, lupakan. Aku tidak ingin membicarakannya. Maaf, aku merepotkanmu, Knott."

"Yah, lagipula kau sudah biasa melakukannya. Aku juga sudah terbiasa di repotkan olehmu. Jadi bagiku tidak ada masalah." Ujarnya. 

Aku tersenyum kecil. "Kau memang selalu bisa di andalkan,"

"Aku baru saja berbicara dengan dokter, Prem. Semalam, mereka melakukan CT Scan padamu, karena waktu kau di larikan ke UGD, kau sempat sadar dan mengeluhkan sakit yang hebat di kepalamu."

Aku terdiam mendengar penuturan Knott. Jika benar begitu, itu artinya sekarang Knott sudah tau kondisiku yang sebenarnya.

Ku lihat Knott mengusap wajahnya sambil menghela nafasnya dengan berat. Matanya menatap tajam ke arahku seakan meminta penjelasan.

"Karena kau diam, ku rasa kau sudah tau. Aku benar kan Prem?"

Aku akhirnya tersenyum kecil pada Knott, "Tentu saja aku tau. Ini tubuhku. Aku bisa merasakannya."

"Lakukanlah operasi Prem. Kau masih bisa sembuh dengan operasi."

"Kau gila Knott? Kau tau apa resikonya jika aku melakukan operasi? Aku bisa kehilangan ingatanku sepenuhnya."

"Prem... dengarkan aku. Kau harus melakukannya. Ini demi kesembuhanmu, Prem."

"Tidak, aku tidak akan mau melakukannya. Aku tidak ingin melupakan semuanya. Aku tidak ingin melupakan keluargaku, melupakan kau, melupakan Arthit, melupakan Bright dan Toota, juga teman-temanku yang lain.. aku tidak mau!"

"Dan yang terpenting kau juga tidak mau melupakan Wad, begitu kan maksudmu?" Ujar Knott sarkas.

Aku kembali diam sejenak. Aku kumudian bersusah payah untuk bangun dan merubah posisiku menjadi duduk.

"Sudah ku bilang jangan-,"

"Aku sudah tidak apa-apa Knott." Aku menyela kalimat Knott. Knott pun menyerah dan akhirnya membiarkanku untuk duduk di tepi ranjangku. "Knott, aku tidak bisa melakukan operasi itu. Aku benar-benar tidak mau kehilangan semua kenangan indahku. Karena itu adalah satu-satunya yang ku punya sekarang, Knott."

"Tapi kalau kau tidak melakukan operasi, kau bisa kehilangan nyawamu, Prem! Kau tau itu?" Knott membentak dan terlihat sangat geram dengan perilaku ku.

Aku terdiam.

"Ku mohon jangan keras kepala kali ini, Prem. Lakukanlah operasinya agar kau bisa sembuh."

NO REGRET, JUST LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang