SPECIAL CHAPTER "PREM-WAD"

3.3K 235 44
                                        

"Mmmhh..." Wad menggeliat ketika pagi itu dia merasakan tubuhnya berat karena beban di atasnya. Ketika dia membuka mata, dia melihat suami tercintanya sedang berbaring terlungkup di atas badannya sambil menciumi wajahnya berkali-kali.

Wad tertawa kecil. "What's wrong, babe? Kenapa kau sangat romantis pagi ini? Hm?"

Prem tidak menjawab pertanyaan Wad. Dia hanya tertawa sambil mengecup wajah dan leher Wad dengan cepat dan berkali-kali, membuat Wad sedikit mengerang.

"Ahh... P'Prem! Slow down..."

"Kenapa kau sangat tampan, Wad? Hm?" Prem bergumam di bahu Wad.

"Ohoo... Just tell me, what do you want from me? Hm?"

Prem mengangkat wajahnya dan menyeringai, "Stay with me today..." Kata Prem.

"I can't. Aku harus bekerja. Kalau tidak, Kongpob bisa meneriakiku. Kau kan juga harus bekerja, P'."

"Hoooo... ayolah Wad. Tidak bisakah kita tidak bekerja sehari saja? Aku masih sangat merindukanmu..." Ucapnya memanja, sambil memeluk leher Wad lebih erat.

"Ada apa denganmu, P'Prem? Why you so clinging on me, today?"

"I don't know. Maybe I'm pregnant."

"Hah???!!!" Wad langsung melotot ke arah suaminya dengan wajah horor.

Prem tertawa, "Jangan bilang kau percaya? Aku bercanda, bodoh!" Kata Prem sambil kembali menenggelamkan wajahnya ke bahu Wad.

Wad tertawa, "Ohooo... aku kira kau serius, P'. Aku sudah terlanjur bahagia mendengarnya."

"Aku hanya rindu padamu. Aku sudah tidak bertemu denganmu selama 2 hari gara-gara Kongpob yang menyebalkan itu menugaskanmu untuk menemui client di luar Kota." Dengusnya.

Wad tertawa, "Aku kan bekerja keras juga untukmu, P'Prem."

"Aku tau, aku tau! Tapi aku sangat merindukanmu. Ku mohon... tidak bisakah kita membolos kerja hari ini?"

Wad menghela nafasnya. "Baiklah. Tapi dengan satu syarat."

"Apa?"

Wad menyeringai, sambil kemudian langsung mendorong tubuh Prem hingga Prem berbaring di tempat tidur dan kemudian dia menindihnya. "Aku.. ingin membuat anak denganmu hari ini." Wad melanjutkan kalimatnya.

Wajah Prem langsung menghangat dan memerah seketika. Hatinya berdesir hebat dan membuatnya susah bernafas, ketika dia melihat wajah tampan suaminya yang semakin lama semakin mendekat ke arahnya itu.

"Bodoh! Mau berapa kali pun kau mencoba, tidak akan pernah ada bayi di dalam perutku, kau tau itu?!!" Kata Prem sebal.

Wad tertawa lagi, "Benarkah? Tapi aku masih ingin membuktikannya sendiri, P'." Kata Wad sambil langsung menenggelamkan wajahnya di bahu Prem dan menggigit lehernya dengan gemas.

"Ahh, Wad!! Jangan keras-keras!" Rutuk Prem sambil memukul dada suaminya.

"Aku tidak bisa menahannya, P'. Kau terlalu lezat."

"Bodoh! Memangnya aku makanan? Sebaiknya sekarang kau segera hubungi Kongpob dan minta ijin untuk tidak bekerja hari ini. Aku juga sudah menghubungi Knott dan mengatakan padanya bahwa aku tidak akan bekerja hari ini."

"Benarkah? Kau bilang apa pada P'Knott?"

"Aku bilang aku tidak enak badan."

"P'Knott mengijinkannya?"

"Tentu saja. Dia pernah mencintaiku, jika kau lupa itu. Jadi dia tidak akan mungkin menolak keinginanku."

Wad langsung menghentikan aksinya. Senyum di wajahnya pun langsung memudar seketika dan di gantikan oleh raut wajah kesal. Wad kemudian bangun dari posisinya dan duduk di samping Prem, menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur dengan membuang muka.

NO REGRET, JUST LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang