*WARNING!!!
Resiko di tanggung pembaca!
Enjoy!
*
*
*
"Ini kopimu P'Knott..." Tiw mengulurkan segelas kopi kepada Knott yang sedang membaca koran di balkon apartemen mereka.
Knott tersenyum kecil, sambil mengambil gelas kopi tersebut dan menghadiahi suami tercintanya itu dengan kecupan di pipinya. "Terimakasih, darling..." Ujar Knott sambil menyesap kopi hangatnya. "Kau mau kemana hari ini?"
"Emm... tidak kemana-mana, P'. Aku akan menghabiskan waktu denganmu berdua saja hari ini. Kau sudah terlalu sibuk bekerja akhir-akhir ini, pak Manager. Kau jarang meluangkan waktu untukku, bahkan di akhir pekan." Kata Tiw sambil memeluk erat pundak Knott.
Knott terkekeh, "Baiklah," Knott menarik dagu Tiw perlahan, "Hari ini, Istriku bisa memilikiku sepenuhnya. It's good, right?" Kata Knott lagi sambil mengecup bibir Tiw dengan lembut.
"Very..." Kata Tiw sambil tersenyum senang. "Tapi aku ini suamimu, bukan istrimu, P'Knott.."
Knott tertawa, "Terserah saja. Bagiku, kau adalah istriku." Ucapnya ringan. Tiw pun tidak membantahnya lagi. "Hm, dan lagi, aku punya 2 tiket bioskop premiere, yang filmnya akan tayang siang ini. Aku ingat, kau ingin sekali menonton film ini, kan?" Kata Knott sambil mengeluarkan 2 lembar tiket dari kantong celana pendeknya dan memberikannya pada Tiw.
"Wah! Ini kan film yang sangat ingin aku tonton! Aku dengar, tiketnya sudah habis terjual. Kau... bisa mendapatkan tiket ini, bagaimana caranya P'?"
Knott tersenyum, "Rahasia. Hahaha... sudahlah, jangan di pikirkan. Sekarang, mandi dan bersiap-siaplah. Kita akan langsung berangkat. Sekalian, aku mau cari hadiah, untuk kado Anniversary-nya Arthit dan Kongpob."
"Aahh!! Aku juga lupa soal itu! Aku juga belum menyiapkan kado untuk mereka, P'."
"Iya aku tau. Karena itu aku mengajakmu untuk berbelanja hadiah untuk mereka sekarang, selagi kita menunggu filmnya mulai. Sekarang, mandi dan bersiap-siaplah. Aku akan menunggumu. Okay?"
Tiw mengangguk setuju, sambil langsung berlari ke kamar mandi.
Setelah Tiw dan Knott sudah siap, mereka pun bergegas menuju ke Siam Centre. Mereka berjalan berdampingan dan bergandengan tangan, dengan baju yang terlihat sangat matching. Mereka melihat ke kanan dan kiri, untuk mencari kira-kira apa yang bisa mereka berikan pada Arthit dan Kongpob sebagai hadiah untuk anniversary mereka.
"Bagaimana dengan baju? It's simple. Juga mereka bisa mamakainya dalam waktu yang lama." Knott memberi masukan.
"Hoohh, P'. Baju nampaknya sudah terlalu biasa. Emm... aku berpikiran untuk memberikan mereka barang-barang yang fungsional. Seperti... meja, laci susun, sofa, atau yang lainnya."
"Tunggu tunggu tunggu... Tiw, itu terlalu menghabiskan banyak uang. Lagipula, kau tau kan, rumah mereka sudah penuh sesak dengan barang-barang dan furniture-furniture aneh, gara-gara hobby Arthit yang sekarang senang sekali berbelanja itu. Ku rasa, mereka sudah tidak akan menemukan tempat lagi untuk meletakkan hadiah-hadiah darimu."
Tiw mengangguk, "Lalu... kita harus beli apa dong P'Knott?"
"Emm..." Knott memasang pose berpikirnya selagi matanya berputar-putar ke segala sudut. Lalu tidak sengaja, matanya menangkap sebuah toko dengan tulisan 'Apotek' di atasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
NO REGRET, JUST LOVE
FanfictionAgain. Sotus fanfiction. Want to know? Just read it! Happy reading.... ^^
