Chapter 19

2.7K 283 41
                                        


#AUTHOR

"Masuk dan istirahatlah, Prem. Aku akan kembali ke kantor sekarang. Aku ada meeting penting jam 4 sore ini." Kata Knott pada Prem ketika mereka sampai di depan kamar apartemen Prem sore itu.

Prem masih diam dengan wajah sendu nya. Dia tidak menjawab Knott, melainkan hanya menyelingkan anggukan pelan kepada kekasihnya itu.

"Kau tidak apa-apa? Apa kepalamu masih sakit?" Tanya Knott. Prem menggeleng. "Aku tau kau mengkhawatirkan Wad. Tapi percayalah padaku. Dia akan baik-baik saja. Dan Prem, boleh aku minta sesuatu padamu?"

"Apa?"

"Tolong, kau jangan terlalu dekat dengan Wad." Prem diam, menatap Knott dengan nyalang. "Ku mohon.."

"Kenapa Knott? Apa alasannya?" Kali ini Knott yang terdiam. "Katakan padaku. Apa alasannya? Ada apa sebenarnya dengan anak itu?"

Knott mengusap kepala Prem lembut sambil menyelingkan senyum tipis, "Masuklah. Istirahat."

"Knott, jelaskan!"

"Aku cemburu. Aku cemburu jika kau terlalu dekat dengan Wad."

"Kau bohong."

"I'm not! Aku serius. Aku cemburu melihatmu dekat dengan Wad."

"Itu tidak masuk akal. Aku bahkan baru satu kali bertemu dengannya. Dan saat itu aku juga tidak melakukan interaksi apapun dengan dia. Lalu untuk apa kau cemburu? Atau apakah benar dugaanku, kalau dia ada hubungannya dengan masa laluku yang tidak aku ingat?" Prem mencerca.

"Prem," Knott menatap Prem sendu. "Kau tidak mencintaiku ya?" lanjutnya.

"Knott, aku mohon jangan mengalihkan pembicaraan. Semua ini tidak ada hubungannya dengan aku yang mencintaimu atau tidak, kan?"

"Kau tidak mencintaiku."

"Knott, hentikan. Aku mencintaimu, Knott."

"Jika kau mencintaiku, kau tidak akan sepenasaran ini dengan lelaki lain, Prem. Katakan jika perkataanku salah."

Prem terdiam sambil menundukkan pandangannya menatap ke lantai. "Aku minta maaf, Knott. Aku hanya... merasa ada yang aneh denganku saat... saat melihat Wad."

Knott terdiam. Matanya sedikit bergetar melihat Prem di depannya yang terlihat sangat tertekan dan putus asa itu. Perlahan, Knott mengusap pipi kiri Prem dengan tangan besarnya. "Aku mencintaimu, Prem."

Ketika Prem mengangkat wajahnya, wajah Knott sudah berada tepat di depan wajahnya, dan tanpa membuang waktu, Knott langsung mencium bibir ranumnya itu dengan lumatan-lumatan lembut.

Air mata Prem mulai mengalir. Dia merasakan hatinya penuh sesak dengan sebuah emosi yang tidak bisa dia jelaskan. Biasanya, dia akan senang dan bahagia jika Knott menciumnya seperti ini. Namun sekarang, justru yang terasa adalah sebuah rasa kesalahan.

Kesalahan besar.

Dia tidak menyangka, bahwa mencium Knott akan menimbulkan perasaan aneh seperti ini dalam dirinya. Reflek, sebelum Knott menciumnya lebih dalam, Prem langsung mendorong tubuh Knott ke belakang dengan pelan, dan membuat pagutan bibir mereka terlepas.

"K-Kau akan terlambat. Berangkatlah sekarang." Kata Prem lirih, sambil berusaha memasang senyum manis di depan kekasihnya ini.

Knott pun membalas senyumnya sembari kembali mengusap kepala Prem. "Aku mungkin akan pulang terlambat, jadi kau jangan menungguku. Oke?" Knott menurunkan tangannya ke samping dan mengusap pipi Prem sebentar, sebelum akhirnya dia berjalan menjauh.

NO REGRET, JUST LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang