ADDITIONAL

2.6K 213 39
                                        

"Do you believe it? 7 years..." Tiw berkata sambil memegang segelas sirup di tangannya. Matanya tidak berhenti menatap ke sekitarnya, mengenang saat-saat dia menjadi mahasiswa tahun pertama yang di hazing di tempat itu oleh seseorang yang sekarang sudah menjadi suaminya.

Knott tersenyum, "Iya kan? Heuh... rasanya masih baru kemarin, aku melihatmu dengan perasaan getir sekaligus bangga, saat kau berjalan ke atas stand dan mengambil bendera putih Engineer." Katanya.

Tiw tertawa, "Rasanya baru kemarin, kau memeriksa buku noteku, untuk memeriksa sudah berapa banyak aku mendapatkan tanda tangan senior."

Knott melirik Tiw, sambil mengangkat bahu.

"Kenapa kau tidak menghukumku saat itu P'?" Tanya Tiw lagi.

"Tebaklah." Kata Knott lagi.

Tiw kembali tertawa sambil memeluk lengan kiri Knott, "Karena kau mencintaiku?"

Knott memicingkan matanya, "Mungkin," Ucapnya sambil mendentingkan gelasnya ke gelas Tiw. Tiw tertawa pelan, sambil kemudian mengecup bibir Knott.

--00--

"Sawadee khrub, P'Prem..." Kata Wad, sambil melakukan wai dengan tiba-tiba pada Prem.

"Apa yang kau lakukan?" Tanya Prem.

"Aku melakukan wai padamu, P'." Ujarnya ringan.

"Untuk?"

"Aku takut kau mengusirku lagi dari sini jika aku tidak melakukannya." Kata Wad menggoda.

"Baa!" Rutuknya sambil memukul kepala Wad. Wad tertawa keras.

Prem terdiam sebentar, lalu tersenyum malu-malu dengan rona wajahnya yang mulai memerah.

"Kau sudah menceritakan padaku cerita ini berkali-kali, tapi aku tetap suka mendengarnya. Heuh... aku harap, aku bisa mengingat kejadian itu..." Kata Prem.

Wad tersenyum. Dia memeluk pinggang Prem protektif, lalu mencium bibir suaminya itu dengan cepat.

"Bayangkan saja... dan kau akan mengetahuinya, P'Prem..."

--00--

Dee sedang duduk di atas stand sambil menerawang ruangan OSPEK tempatnya berdiri. Dee membayangkan, betapa menyeramkannya saat-saat OSPEK itu, tapi sangat menyenangkan bila diingat-ingat lagi.

"Minum?" Pitcher menyerahkan satu gelas di tangannya pada Dee,

"Terimakasih," Kata Dee sambil menerima gelas tersebut dan meminumnya.

"P'Dee.."

"Hm?"

"Aku penasaran, bagaimana kau saat menjadi mahasiswa tahun pertama."

Dee mengerutkan keningnya, "Kenapa kau ingin tau?"

"Aku yakin, Hazing yang di lakukan P'Oon sangat hebat. Iya kan?"

Dee membuang muka jengah, "Euh, dia memang yang terbaik!" Ucap Dee sarkas.

Picther tertawa, ketika mendengar nada tak suka dari kekasihnya itu. "Ya, maksudku... hazing yang di lakukan P'Oon pasti sangat hebat, karena bisa melahirkan generasi anggota-anggota hazer yang juga sangat luar biasa, sepertimu, P'Dee."

Dee menatap Pitcher, sambil menyelingkan senyum, "Kau baru sadar, jika aku luar biasa?"

Pitcher menggeleng, "Tidak. Aku sudah tau dari dulu kalau kau luar biasa."

"Oh ya? Sejak kapan? Bukannya dari dulu yang bisa kau lihat hanya P'Oon mu?"

Pitcher tertawa, "Sejak... kau menyelamatkanku dari patah hatiku karena P'Oon." Ucap Pitcher. "Terimakasih P'Dee... karena sudah menyelamatkanku..."

NO REGRET, JUST LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang