Tok... tok... tok...
"Masuk..."
Kongpob pun langsung membuka pintu bergambar roket itu, ketika dia mendengar suara dari dalam yang mengijinkannya untuk masuk.
"Belum tidur?" Tanyanya.
Bocah 8 tahun itu tersenyum meringis pada Kongpob sambil memegang PSP di tangannya. "Sebentar lagi, Dad." Ucapnya riang.
Kongpob menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya. Anaknya yang satu ini benar-benar penuh energi. Padahal sepulang sekolah tadi, dia sudah berlatih sepak bola dengan teman-temannya di sekolah hingga sore hari, tapi ini sudah jam 10 malam dan dia belum tertidur juga.
Kongpob kemudian masuk ke kamarnya dan duduk di tepi ranjangnya.
"Papa sudah tidur, Dad?"
"Sudah. Hari ini Papa sangat kelelahan karena lembur bekerja. Jadi dia tidur lebih awal."
Bocah laki-laki berponi itu hanya mengangguk mendengar jawaban Daddynya.
"Lalu Petch, kenapa Petch belum tidur? Ini sudah sangat larut. Ayo letakkan PSPmu, dan segera tidur! Besok kan Paman Mond, Paman Victor dan Max mau mengajakmu ke Kebun Binatang. Petch harus segera bangun pagi." Kata Kongpob.
Petch mempoutkan bibirnya sesaat, karena dia masih tidak ingin berpisah dari PSPnya. Tetapi Petch bukan tipe anak yang pembangkang, jadi dia tetap menuruti menuruti perkataan Daddynya dan segera meletakkan PSPnya. Setelah itu, dia langsung berbaring di tempat tidur warna biru miliknya.
Kongpob tersenyum, "Anak pintar." Kongpob kemudian menaikkan selimut ke tubuh Petch dan mengelus kepalanya dengan sayang. "Kau butuh dongeng malam?" Tanya Kongpob lagi.
"Emm..." Petch memasang pose berpikirnya. "Memang Daddy punya cerita bagus?"
"Kau ingin cerita tentang apa?" Kongpob balik bertanya.
Petch kemudian kembali bangun dan memposisikan dirinya duduk sambil bersandar di sandaran tempat tidur. "Dad... Mommy itu... orangnya seperti apa sih?" Tanya Petch tiba-tiba.
Kongpob sedikit tertegun mendengar pertanyaan Petch. Petch memang sudah tau, bahwa dia hanyalah anak angkat Kongpob dan Arthit, dan dia juga tau, bahwa orang tua kandungnya sudah meninggal. Kongpob dan Arthit bahkan sengaja memasang foto Cherry dan Kang di dinding kamar Petch, dari pertama kali mereka mengasuh Petch. Dengan tujuan, agar Petch tidak melupakan orang tua kandungnya. Tetapi walau begitu, selama ini dia tidak pernah menanyakan pertanyaan seperti ini tentang kedua orang tuanya. Jadi Kongpob cukup terkejut mendengarnya.
"Kenapa Petch tiba-tiba bertanya tentang Mommy?"
Petch menaikkan bahunya, "Hanya ingin tau saja, Dad." Ucapnya ringan.
Kongpob tersenyum lagi. "Baiklah, jadi... sekarang kau ingin Daddy mendongengimu cerita mengenai mommy?" Petch mengangguk cepat dengan wajah berseri-seri. "Okay. Berbaringlah. Daddy akan menceritakannya padamu. Tapi janji ya, setelah itu, Petch harus tidur."
Petch segera mengambil posisi kembali, selagi Kongpob ikut bergabung bersamanya, duduk di sampingnya sambil memeluk tubuhnya dan menepuk-nepuk kepalanya dengan pelan.
"Mommy Cherry itu... orang yang baik. Sangat baik. Dia cantik, periang, pintar dan juga baik hati. Semua orang menyukainya. Dulu, waktu Daddy masih sekolah, kalau Daddy tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru Daddy, Mommy Cherry akan membantu Daddy untuk menyelesaikannya."
Petch tersenyum, sambil terus mendengarkan cerita Daddy nya dengan seksama.
"Apalagi, ketika dia memilikimu Petch, dia sangat menyayangimu, melebihi apapun di dunia ini. Dia memberikanmu kasih sayang dan cinta yang sangat melimpah. Dia selalu menuruti keinginanmu. Membelikanmu mainan, pakaian, makanan enak, semuanya hanya untukmu. Dia bekerja sangat keras hanya untuk membuatmu senang." Ujar Kongpob.
KAMU SEDANG MEMBACA
NO REGRET, JUST LOVE
FanfictionAgain. Sotus fanfiction. Want to know? Just read it! Happy reading.... ^^
