#AUTHOR
"Dan ini... yang terakhir." Wad meletakkan satu makanan terakhir di meja bertaplak putih itu. Prem yang sedang duduk diam di sana, memandang kekasihnya sambil memicingkan mata.
"Hey, apa kau harus sampai sejauh ini, Wad? Kau menyewa restaurant besar, tapi kau sendiri yang memasak. Kenapa harus repot-repot seperti itu?"
"Au, kau selalu bilang kalau masakanku enak, P'." Ucap Wad. Dia kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Prem, "Karena itu, hari ini aku khusus memasakkannya untukmu. Tapi.. kalau kau tidak mau memakan masakanku juga tidak apa-apa P'. You can eat me instead,"
Prem tersenyum kecil, "Tch! Anak nakal! Stop flirting with me!"
"Why P'? You like it, right?" Wad semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Prem, dan membuat yang lebih tua semakin merona karena malu.
"Stop it, Wad," Kata Prem sambil mendorong pipi Wad menjauh.
Wad tertawa geli. Dia selalu suka melihat reaksi Prem yang seperti ini. "Oke oke. Aku tidak akan menggodamu lagi." Kata Wad, sambil membuka apron biru di tubuhnya. "Tiw mengirimkan pesan padaku, kalau dia dan P'Knott hampir sampai, P'."
"Euh, Wad, soal Tiw dan Knott... aku boleh tanya sesuatu padamu?" Tanya Prem.
Wad tersenyum. Dia kemudian berjalan ke arah Prem dan berdiri di belakangnya. Wad menundukkan badannya sembari mengaitkan lengan kanannya ke leher Prem dan membelai dada Prem pelan.
"Biar ku tebak. P'Prem mau bertanya... kenapa aku mengundang P'Knott dan Tiw untuk makan malam bersama kita, kan?" Kata Wad sedikit berbisik.
"Hm," Prem menganggukkan kepalanya.
"I knew it."
"Lalu?"
"Well... aku tidak bermaksud apa-apa P'. Aku hanya ingin... P'Prem dan P'Knott bisa berbicara dengan nyaman. Aku mau, persahabatan kalian kembali seperti sedia kala."
Prem menghela nafasnya pelan, kemudian tersenyum lembut sambil membawa satu tangannya ke belakang dan membelai kepala Wad, "Wad... aku tau maksudmu baik. Aku juga menginginkan, hubunganku dan Knott kembali seperti dulu, seperti sebelum aku kehilangan ingatanku. Tapi... seberapa keras pun kami mencoba, kami tidak akan bisa menjadi seperti dulu lagi, Wad. Akan selalu ada hal yang menjadi penghalang bagi kami untuk bisa sedekat dulu lagi. Terkadang, ada hal-hal yang tidak bisa kau perbaiki, Wad. Mungkin termasuk yang satu ini. Tapi bukan berarti itu buruk. Aku dan Knott tetap akan berteman baik. Menjadi sahabat dekat seperti yang seharusnya, walaupun mungkin tidak sedekat dulu. Tapi aku tidak menyesalinya. Aku tetap bahagia, aku mendapatkanmu kembali sebagai cintaku, dan mendapatkan Knott kembali sebagai sahabat baikku. Kau mengerti maksudku, kan?" Prem menjelaskan.
Wad lalu menundukkan pandangannya, sambil melepaskan tangannya yang masih memeluk leher Prem. "Aku... hanya tidak mau menjadi penghancur persahabatan kalian, P'."
"Hey, siapa yang bilang kau adalah penghancur persahabatan kami? Itu tidak benar. Jika ada yang harus disalahkan dalam hal ini... itu pastilah aku. Pikiranku yang terlalu dangkal membuat semuanya menjadi berantakan seperti ini."
"P'Prem... tidak.. ini semua bukan salahmu. Ini salahku. Aku lah yang pertama kali berselingkuh darimu. Itu semua karena kebodohanku."
"Jika saja dulu aku lebih peduli padamu, lebih terbuka padamu, kau mungkin juga akan lebih terbuka padaku, bahkan soal mantan kekasihmu itu. Itu juga salahku Wad."
"Tapi P'..."
"Enough, enough... anggap saja, kita berdua tidak ada yang salah dalam hal ini. Oke?"
KAMU SEDANG MEMBACA
NO REGRET, JUST LOVE
Fiksi PenggemarAgain. Sotus fanfiction. Want to know? Just read it! Happy reading.... ^^
