#PREM
Aku tidak tau apa yang merasukiku. Aku tidak tau, bagaimana bisa aku menyatakan cinta pada Wad. Itu semua benar-benar diluar kehendakku. Tetapi, saat aku sudah mengatakannya, aku merasa sangat lega. Apalagi ketika mendengar jawaban Wad yang mengatakan bahwa dia juga mencintaiku.
Semuanya terasa sempurna untukku.
Aku tau ini salah. Tapi aku justru merasa bahwa aku telah melakukan hal yang benar.
Wad masih memelukku dengan erat. Dia terus mengusap punggungku dan menciumi leherku. Mengatakan seberapa besar dia mencintaiku. Aku merasa nyaman. Aku merasa hangat. Sepertinya... aku sudah lama sekali tidak merasakan pelukan sehangat ini. Dan semua ini ku dapatkan dari Wad...
Bukan Knott...
Knott...
"Wad..." Aku mendorong tubuh Wad ke belakang." Wad sedikit terkejut dengan sikapku. Dia memandangku dengan getir. "Maafkan aku... aku tidak-,"
"Aku tau maksudmu, P'Prem."
"Aku tidak mau menyakiti Knott... tapi-,"
"Shh.." Wad meletakkan jari telunjuknya di bibirku. Sambil tersenyum kecil, dia memandangku dengan matanya yang berkilau, terkena cahaya yang memantul dari air kolam renang. "Aku tau. Aku sudah memutuskan P'... untuk menyerahkan semua keputusan padamu." Ucapnya lagi. Wad kemudian meraih kedua tanganku dan menggenggamnya erat, "Ikuti kata hatimu, P'Prem. Karena saat ini, itulah yang sedang ku lakukan. Aku mengikuti apa yang hatiku katakan. Aku mencintai P'Prem. Selalu P'Prem. Dan itu kebenarannya. Saat ini, aku tidak tau, apakah hati P'Prem telah menjadi milikku, atau justru telah menjadi milik P'Knott. Tapi aku Cuma mau mengatakan satu hal... aku ingin berterimakasih pada P'Prem, dan aku sangat bahagia, karena P'Prem mau mengatakan bahwa P'Prem mencintaiku. Setidaknya... terimakasih... karena sudah memiliki pikiran dan perasaan seperti itu padaku. Aku sangat bahagia... dan untuk selanjutnya, apapun keputusanmu... aku akan menerimanya,"
Aku tersenyum senang mendengar jawaban Wad, seiring dengan jatuhnya air mataku lagi di kedua pipiku, yang dengan cepat di hapus oleh Wad.
"Beri aku sedikit waktu, Wad... kau mau menunggu kan?"
Wad mengangguk tanpa ragu. "Pasti!"
"K-Kau yakin? Bagaimana... dengan kekasihmu?"
Wad tiba-tiba terdiam. Raut di wajahnya berubah sedikit menegang, namun kemudian dia memasang senyum cerahnya lagi.
"Soal itu... biar menjadi urusanku. Nanti kau juga akan tau cerita akhirnya."
"Maksudmu?"
Wad menangkup kedua pipiku sambil menatapku dalam, "Aku mencintaimu, P'Prem. Kau cukup tau itu..." Ucapnya, sembari kembali melayangkan satu ciuman lagi di bibirku. "Sekarang, kembalilah ke kamarmu dan tidurlah, P'Prem. Kau pasti sangat lelah kan?"
Aku menghela nafas pelan, "Tapi Wad..."
"Tidak apa-apa, P'Prem. Kembalilah ke kamarmu. Kalau P'Knott terbangun dan mendapatimu tidak ada di kamar, dia akan khawatir. Aku akan baik-baik saja."
"Wad... maafkan aku."
"Astagaa.. berapa kali lagi kau akan minta maaf padaku, P'Prem? Sudahlah, kembalilah ke kamarmu. Kita akan bersenang-senang besok pagi. Dan masalah ini... kau tidak perlu buru-buru. Pikirkanlah secara perlahan dan hati-hati. Aku akan menunggu."
Aku tersenyum tipis, dan menganggukkan kepalaku. "Kalau begitu... aku kembali ke kamar dulu ya. Sampai besok, Wad..."
"Hm, sampai besok P'Prem..." Ucapnya riang.
KAMU SEDANG MEMBACA
NO REGRET, JUST LOVE
FanfictionAgain. Sotus fanfiction. Want to know? Just read it! Happy reading.... ^^
