Chapter 6

5.4K 296 7
                                        

Tepat saat bel Gianina memasuki gerbang sekolah. Tadi hampir saja Ia tidak dapat lolos dari ketiga kakaknya, pikirnya lega. karena jika sampai tidak, ia akan berakhir kembali ke rumah tanpa pernah sampai di gerbang sekolah.

Saat Gian memarkirkan mobilnya, mobil ketiga kakaknya baru memasuki gerbang sekolah, buru-buru Ia keluar mobil dengan berlari untuk menghindari kakaknya. Tapi sayangnya Ia di cegat guru piket. Sial! Apa lagi sekarang arrrgh. Kesalnya dalam hati.

"Tunggu sebentar!"

"Eh? ada apa Bu?" Tanya Gian kepada Bu Erni, membaca dari name tag yang guru itu pakai.

"Kamu tau sekolah ini punya peraturan? Salah satunya tidak boleh mewarnai rambut! dan kamu baru saja melanggarnya!" guru itu menatap tajam padanya.

tapi, sepertinya dia tidak sadar dan tidak terlalu mendengarkan ocehan guru piket itu, karena terlalu fokus melihat ke arah parkiran memperhatikan ketiga kakaknya.

Sam berlari menuju mobilnya, dan dari sini dia bisa melihat cowok tengil itu mengumpat. Ia rasa Sam sudah tau keadaan mobilnya yang penyok. dan saat itu juga tanpa sadar Ia menggigit bibirnya cemas, ketiga kakaknya tau, matilah dia.

"Heh! Kamu dengerin saya bicara tidak!"

Giani berbalik. "Eh? Iya bu?"

"Dari tadi saya bicara kamu gak dengerin?!" Bentaknya.

Gian meringis melihat tampang guru piket dihadapanya ini. Ya ampun! Ini guru galak bener! Cerewet pula.

"maaf bu, saya murid baru jadi saya tidak tau."

Belum sempat guru itu bicara lagi, Gian menahan napas saat ketiga kakak dan sepupunya Sam tiba di dekatnya. mereka tidak terlihat takut saat di hadapan guru piket seakan tidak pernah melakukan kesalahan apapun, justru mereka terlihat seperti algojo yang akan menghukum gantung seseorang di samping mereka. Gianina meringis, cewek itu merasakan aura dan tatapan tajam kakaknya.

mampus!

Sam yang berada di dampingnya berbisik di telinganya. "bersiap menerima hukuman lo gadis manja!"

Reaksi pertama cewek itu adalah mengijak keras kaki Sammy.

"Akhh!! aduh! duh!" Gaduhnya kesakitan, sedangkan Gian melengos nampak seakan tidak tau apa-apa.

"Ada masalah Sammy?!" Kata guru piket itu dengan nada garang.

"Tidak kok bu." Sam ngengir.

"Bagus!" guru piket itu terlihat malas, menatap satu-persatu murid di depannya. ke empat murid yang sudah menjadi langganan terlambat masuk sekolah setiap hari.

"Jadi..? Kalian terlambat lagi? APA KALIAN TIDAK BOSAN HAH!!" Bentak guru piket itu tiba-tiba, dengan keras.

Gianina berjengkit kaget, Astaga!! Apa guru ini mau bikin Gian jantungan?

Tapi, sepertinya hanya cewek itu yang terlihat kaget, tidak dengan ke empat cowok di sampingnya yang hanya terlihat santai.

Guru itu melotot garang."Kalian kelapangan sekarang! Berlari sampai jam pelajaran kedua selesai!"

ke empat cowok itu berjalan tanpa banyak bicara. sempat meliriknya, namun cewek itu segera menghindar dengan menunduk menatap lantai keramik.

Madness of brothersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang