Vote dan coment ya gaes.
Happy Reading❤
Hari minggu yang biasa-biasa aja. Forlin masih menenggelamkan sebagian tubuhnya di dalam selimut. Rasanya sangat malas dan enggan keluar dari sana. Ia memandang langit-langit kamarnya. Ponsel yang ia simpan di atas nakas bergetar. Segera ia mengambil ponselnya dan membaca satu pesan masuk.
Morning.
-Ruri
Morning.
-Forlin
Morning kissnya?
-Ruri
Forlin tersenyum. "Dasar." Katanya singkat dan melanjutkan mengetik pesan
😚😚😚
-Forlin
Apa itu? Maunya sama kamu bukan sama emoticon si bulet kuning.
-Ruri
Sana kamu kerja dulu deh.
Nanti aku nyusul samper kamu.
-Forlin
Iya sayang.
-Ruri
Ruri tersenyum ketika membaca ulang personal chatnya dengan Forlin. Di depan layar monitor yang sebenarnya tadi sedang menghitung keuangan di bisnis papa-nya. Restoran apung itu, tampak sudah buyar dengan pekerjaannya hanya karena gadisnya. Ternyata sejak semalam ia sudah di ruang kerjanya di restoran tersebut.
Forlin yang sejak tadi sudah membuang waktu satu jam lebih di kamar mandi, kini ia sudah siap sedia. Ia bersenandung menuruni tangga.
Terlihat di bawah Daniel yang sedang di meja makan menikmati roti selainya sudah rapi. Sedangkan Endah dengan kacamata minusnya sedang meminum teh sambil menyentuh permukaan benda pintar itu.
"Pagi." Sapa Forlin. Sontak saja Daniel dan Endah menoleh. Mereka sedikit kaget karena melihat Forlin yang sudah rapi. Pikir mereka Forlin akan keluar pagi ini. Memang iya.
"Anak mama cantik banget hari ini. Mau kemana?" Tanya Endah. Senyum itu tidak pernah hilang .
"Mau ke Restoran apung,ma. Restoran kesukaan mama. Ruri lagi disana ngurusin bisnis."Ujar Forlin sambil menarik kursi yang ada di samping Endah.
"Ini si curut mau kemana?" Tanya Forlin sambil menatap jahil sepupunya.
Daniel menoleh. "Gue mau jalan lah, sama adenya."
Ucapan itu membuat Forlin dan Endah tertawa.
"Kalian kalo nyari pacar ga jauh-jauh banget ya. Forlin kakaknya, kamu adiknya." Kata Endah di sela tawanya.
"Ooohhh jadi gitu, diem-diem jalan tanpa sepengetahuan gue?"
"Ya namanya diem-diem ya nggak ngasi tau lah." Daniel terkekeh.
"Yaudah anter gue dulu ya."
Daniel mengangguk. Mereka berpamitan dan beranjak pergi dari rumah. Endah geleng-geleng kepala tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DIAM-DIAM TERLUKA DIAM-DIAM
Romance[PART 30-ENDING DI PRIVATE] Forlin Zazkia Putri, gadis yang telah lama mencintai sahabat kecilnya. Ia adalah, Aditya Wijaya. Lantas apa yang membuat ia bertahan? Meskipun beberapa pria singgah di hatinya, tapi Cinta untuk Aditya tidak pernah habis...
