BAB 3

175K 16.7K 1.3K
                                        

"Why do I keep saying something stupid and embarrassing my self?"

===============

KETIKA kru memberi tanda bahwa siaran langsung akan segera dimulai, pembawa acara mulai memasang senyum manis dan percaya dirinya. Semua pasang mata di studio tampak fokus mengamati acara talkshow ini berlangsung. Termasuk kru-kru. Karena, siapa yang tidak penasaran dengan seorang laki-laki di samping sang pembawa acara? Auranya yang misterius dan jarang tersenyum membuat semua kaum hawa penasaran dan gemas.

"Ya, kembali di acara Haha & Hihi! Pasti udah nunggu-nunggu banget dong, sama cowok ganteng di sebelah saya ini. Kita langsung aja, yuk," sang pembawa acara menoleh ke arah laki-laki itu. "Sadena kesibukannya apa nih sekarang?"

Sadena mengangguk pelan. "Aku lagi syuting bareng Hana Syafira minggu ini, besok syuting terakhirnya."

"Oh gitu ya, terus gimana tuh sepanjang syuting? Denger-denger, ada sesuatu ya antara kamu dan Hana?"

Sadena tersenyum tipis, sangat tipis sampai kamu bahkan tidak bisa menentukan apakah dia tersenyum atau tidak. Mungkin kata misterius pun tidak cukup untuk menggambarkan ekspresi Sadena.

"Gak ada apa-apa kok, kita cuma sebatas teman," jawab Sadena. "Mungkin kalau ada yang menganggap kita pacaran atau apa, itu artinya sandiwara kita berhasil."

Pembawa acara itu tampak sedikit canggung dan menanyakan hal lain. Sadena menjawab dengan sedikit tersenyum, sedikit tertawa. Namun semua mata menatap penasaran ke arahnya, seolah Sadena adalah sebuah objek yang perlu diperhatikan lebih dalam.

Sadena malah memikirkan drama korea yang belum sempat selesai ditontonnya.

"Terima kasih Sadena atas waktunya, semoga film kamu sukses dan penonton mendapatkan pesan dari film tersebut," ucap sang pembawa acara seraya menyalimi Sadena yang setengah berdiri.

Siaran diganti oleh iklan. Sadena menghela napas lega sambil melepas mik dari bajunya. Managernya, Mail, tergopoh-gopoh ke arah Sadena dan membantunya melepas mik.

"Hape aku mana?" tanya Sadena pada Mail.

"Oh, ini," Mail memberikan ponsel Sadena pada cowok itu.

Sadena langsung keluar studio setelah mengangguk dan tersenyum tipis pada fans-fansnya di bangku penonton. Kemudian di ruang yang lebih sepi, Sadena membuka ruang obrolan di ponsel.

Sadena: Hana?

Setelah menunggu lima menit, Sadena mendapat balasan.

Hana: Ya?

Sadena: Kamu liat yang tadi?

Hana: It's okay.

Sadena: It's not. Aku gak seharusnya bilang gitu, Na.

Hana: Serius, gak apa-apa.

Sadena: Really?

Hana: It's o-k-a-y.

Sadena tersenyum, kini melengkungkan senyumnya, menarik ujung bibir mendekati mata. Kemudian Sadena mengetikkan balasan.

Sadena: I love you.

Tapi tidak ada balasan.

===============

2 Oktober 2017

S: Sadena, Sandra & SandiwaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang