jengukan yang mengejutkan

1K 35 0
                                        

Roy dipindahkan kesebuah tempat dimana bukan seperti tempat rehabilitasi, semacam rumah dimana letaknya disebuah per-desaan yang sejuk dan indah. Kedua orang tuanya meninggalkannya, begitu juga dengan Salma. Orang tuanya yang datang hanyalah ibunya saja. Ayahnya jarang sekali pulang kerumah yah buat apalagi kalau ada urusan kantoran bahkan dari kecil saja Roy jarang ditemenin hingga umurnya yang sudah menginjak 23 tahun kecuali dihari kelulusannya disekolah sma. Namun Roy tidak sendirian disana Salma menitipkan pesan kepada Puteri untuk menjaga Roy jika ada apa-apa bisa menghubunginya. Salma juga memberitahu apa yang disuka dan tidak disukai oleh Roy begitu juga alasannya kenapa dia datang kesini karena depresi ditinggalkan oleh cinta pertamanya. Natasha.

"Roy kamu belom makan dari kemaren Ayo makan" Paksa lembut Puteri kepada Roy untuk makan karena dari kemaren dia belom makan apa-apa takut dia masuk angin. "Roy kamu itu kenapa tidak mau makan apa ada masalah?"

"Gak usah perhatian sama gue! Lo itu bukan siapa-siapa gue! Dan jangan harap bisa deket sama gue!" Ucap ketus Roy kemudian bangun dan berjalan masuk kedalam kamarnya.

Puteri hanya bisa bersabar mungkin Roy masih belum bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Perlahan-lahan Roy pasti bisa beradaptasi.

Roy mengunci pintu kamarnya dan berjalan menuju balkon. Balkon adalah tempat kesukaannya dimana tempat itu dia bisa memandangi hutan belantara yang indah.

"Roy bukan pintunya!" Terdengar ketukan pintu dari luar. Siapa lagi kalo bukan Puteri. Dia itu selalu menguntit dimana roy berada seperti parasit bisanya nyusahin orang aja. "Roy buka Roy!" Tak tahan lagi mendengar suara Puteri yang makin bikin emosi naik. Roy berjalan dan membuka pintunya dengan kasar.

"Bisa gak lo gak usah ngikutin gue sehari aja!" Marah Roy dan Puteri menelan ludah perlahan berjalan mundur dari badan roy kemudian berlari pergi dari hadapannya.

"Dasar cewek aneh" Roy menutup pintunya dengan keras kemudian menguncinya.

***

"Dimana Roy, Puteri? Ayahnya sudah menunggu?". Tanya ibuku tante Ghea. Yang duduk bersama ayahnya Roy yang sengaja datang kesini sendirian.

"Iya kak Puteri dimana kakak?" Ucap salma yang ikut dengan ayahnya.

Puteri tak tau harus menjawab apa? Apa dia harus jujur kalo Roy suka marah-marah dan bersikap kasar kepadanya? Atau berbohong jika dia sudah mulai sembuh.

"Roy dia di kamar nya". Hanya itu yang bisa diucapkan oleh Puteri lalu suara seseorang dari turun tangga terdengar sangat jelas dan itu adalah Roy.

"Kakak!" Sahut Salma dan Roy menoleh terkejut melihat ayahnya datang ditambah lagi dengan Salma.

"Salma? Ayah?" Akupun langsung menghampiri mereka dan memeluk ayah kemudian Salma.

"Kalo gitu saya dan Puteri permisi". Pamit tante Ghea, kemudian Puteri berjalan meninggalkan mereka.

"Ayah? Roy kira ayah tidak akan datang?" Ucap Roy yang masih terkejut dengan keberadaan mereka berdua.

Ayah tertawa memandangi anaknya yang kini dianggapnya sudah baikan. "Makin tinggi dan cakep aja anak ayah yang satu ini". Puji ayah dan Roy tertawa malu-malu.

"Kakak, Salma kangen banget sama kakak, Kakak kapan pulangnya?" Tanya Salma dan Roy bingung harus jawab apa?.

"Kakak tidak tau" Ucap Roy. "Ayah, Salma kita ngobrolnya ditaman sana aja, Adem kayaknya" Ajak Roy lalu mereka keluar dari panti rehabilitasi menuju taman luar.

Puteri tersenyum mengintip kebahagiaan mereka dibalik tembok. Berharap Roy segera sembuh dan pulang bersama keluarganya.

***

Last but nothing LastCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang