Sejak pernyataan cintaku di taman kemarin aku langsung merasa hidupku berubah drastis, terutama pada hati dan perasaanku. Aku tidak bisa berhenti tersenyum dan hatiku rasanya bahagia terus menerus.
Tapi aku sadar, Navyn belum menjawab pernyataan cintaku, dan aku harus mengejar jawabannya.
Semalaman aku tidak bisa tidur, antara senang dengan apa yang terjadi antara aku dengan Navyn sore tadi, dan juga bingung memikirkan apa yang harus kulakukan selanjutnya.
Besok aku bertekad untuk meminta jawaban dari Navyn.
**************
Aku masuk ke dalam mobil Navyn dan menyapanya singkat. Tidak seperti biasa, aku merasa nervous begitu melihatnya sedang tersenyum padaku. Navyn tampak cantik sore itu, pakaiannya simpel tapi dia terlihat sangat stylish dan menarik sekali dimataku.
"Mobil kamu semewah ini, tapi kenapa kamu seneng banget minta pakai mobilku? Eh, mobil kantor maksudnya, hehe."
"Mewah apa sih kak? Lagian ini juga dikasih, bukan aku beli sendiri." sahutnya sambil membawa kami keluar dari parkiran butik. "Lagipula aku lebih suka naik mobil kakak, supirnya cantik."
Dasar norak, wajahku pasti sedang merona saat ini, "Emm, kita jadi kan ke mall?" tanyaku basa-basi sambil menutupi rasa gugup dan excitedku untuk jalan-jalan dengannya.
Tadi pagi aku mengajaknya untuk nonton film baru di bioskop, Navyn langsung setuju dan juga berniat untuk membeli beberapa buku di toko buku.
"Jadi dong, Kak. Aku udah gak sabar."
Navyn tersenyum kearahku.
Aku jadi kegeeran sendiri. "Gak sabar?"
"Iya, udah lama aku mau ke toko buku tapi belum sempet, ada beberapa buku psikologi yang aku incer dari lama, Kak." Sahutnya bersemangat.
Aku jadi malu sendiri, untung Navyn tidak menyadarinya.
Seharian aku menemaninya ke toko buku, mencari aksesoris handphone, hingga makan bersamanya dengan perasaan senang tapi juga gelisah.
Aku benar-benar bingung bagaimana cara memintanya untuk memberikan jawaban atas pernyataan cintaku tempo hari.
Hatiku tak akan pernah bisa tenang sebelum Navyn memperjelas semuanya.
Malam menjelang. Navyn mengantarku sampai butik, karena mobilku masih berada disana. Begitu selesai parkir, aku terdiam sambil mencari-cari kalimat pembuka yang tidak berlebihan.
"Kakak kenapa diem aja? Ngantuk ya??" tanya Navyn sambil melirik ke arah jam tangannya.
"Ah, enggak kok."
"Terus kenapa? Kurang fun ya hari ini?"
"Enggak Vyn, aku seneng kok hari ini." jawabku sambil tersenyum lembar.
"Terus kenapa wajah kakak kayak gini, hm?" tanyanya lagi sambil mengusap pipiku lembut.
"Emm, Vyn?"
"Iya?" Navyn menatapku dengan serius.
"Emm, aku boleh ngomong?"
Navyn tertawa pelan. "Apaan sih kakak ini? Ngomong aja kenapa harus tanya segala, ih."
"Bukan begitu. Tapi, ehmm.. Aku bingung karena aku mau jujur tentang perasaanku yang akhir-akhir ini selalu mikirin kamu. Aku merasa sejak ada kamu hari-hari aku jadi lebih hidup dari sebelumnya. Terima kasih ya....."
Navyn sedikit bingung, namun tersenyum kemudian.
"Sejak kita kenal, aku merasa lubang-lubang disekitarku mulai tertutup dan kuakui kamu sudah menyempurnakan aku." Lanjutku. "Aku gak bisa bohong kalau aku senang bisa sama-sama kamu terus."
KAMU SEDANG MEMBACA
ADARA
RomantizmApa yang akan Adara lakukan untuk menemukan cinta yang dia inginkan? Sementara dirinya sendiri tidak bisa menentukan sikap. Siapa yang akhirnya dia pilih? GxG XOXO ❤️
