Malam itu aku pulang agak cepat, tiba-tiba saja Faldan mengajakku nonton bioskop. Tentu saja aku dengan senang hati menemani sahabatku itu, nonton bioskop adalah salah satu hobiku.
Karena malam itu aku terburu-buru menuju mall, aku sampai lupa untuk mengabari Navyn. Aku menemui Faldan dan kami segera menuju studio membawa beberapa camilan sambil berlari karena sudah sedikit terlambat. Aku menikmati film dan lalu makan malam dengan Faldan hingga larut malam.
Sampai akhirnya aku sampai dirumah dan terkejut melihat ada puluhan misscall dan chat dari Navyn dengan nada marah.
Ahh... ABG ini ngambek lagi.
Dengan tergesa kutelepon balik nomor Navyn sambil mempersiapkan kata-kata manis untuk meminta maaf dan merayunya.
Sialnya, sudah lima kali aku menghubunginya dia tidak mengangkat teleponku. Kulirik jam ditanganku, jarumnya menunjuk ke angka sebelas. Hmm, apa mungkin dia sudah tidur?
Tapi biasanya kami masih teleponan atau hingga pukul dua pagi, walaupun keesokan harinya kami sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Pasti Navyn marah besar. Atau, dia ketiduran karena kelelahan menunggu kabarku?
"Sayang maaf, aku tadi nemenin Faldan nonton bioskop. Aku buru-buru sampai gak sadar belum ngabarin kamu. Besok kita jalan ya sayang? Lusa aku libur jadi aku siap nemenin kamu sampai jam berapapun. I Love you."
Aku meninggalkan emoticon kiss di akhir chatku.
Setelah mengirimkan pesan itu, aku langsung mandi dan pergi tidur.
Dengan harapan, besok pagi terbangun oleh dering telepon dari Navyn, seperti biasanya.
******************************
Aku shock sekali, aku terlambat bangun setengah jam dari biasanya.
Padahal pagi ini aku diminta Citra datang lebih awal untuk memimpin meeting bulanan.
Sambil mandi aku memikirkan Navyn, bagaimana bisa dia lupa membangunkanku pagi ini? Jangan-jangan dia juga belum bangun dan akan terlambat ke sekolah.
Atau, dia benar-benar marah padaku?
Jangankan menelepon, chatku saja tidak direspon olehnya.
Dijalan menuju butik, sambil menyetir, kucoba untuk kembali menghubungi Navyn.
Dan betapa kagetnya aku saat didering pertama, teleponku direject oleh Navyn.
"Gak biasanya dia begini." aku mendesah pelan sambil melirik kearah jam tanganku. Sudah jam segini dia masih belum ada kabar, apa dia masih dijalan? Kenapa dia tidak mengangkat teleponku?
Dengan emosi kulempar ponselku ke dashboard.
Navyn pasti ngambek!
Aku benar-benar senewen, sekarang sudah jam delapan malam dan Navyn benar-benar tidak menghubungiku seharian ini.
Ponselnya tetap aktif, tapi dia sama sekali tidak membalas pesan dan teleponku.
Aku sama sekali tidak tertarik untuk makan malam, biasanya Navyn selalu mengingatkanku untuk tidak telat makan, atau sengaja memesankan makanan untuk makan malamku jika kami tidak bisa makan bersama.
Sekarang sudah pukul sembilan malam, dan Navynpun belum ada kabarnya sama sekali.
Aku cemas sekaligus emosi, bisa-bisanya gadis ini 'hilang' dan membuatku pusing tujuh keliling.
Atau Navyn mendadak sakit?
Ah, tapi biasanya dia manja sekali jika sedang sakit, dia akan ngambek jika satu jam berlalu tanpa telepon dariku.
KAMU SEDANG MEMBACA
ADARA
RomanceApa yang akan Adara lakukan untuk menemukan cinta yang dia inginkan? Sementara dirinya sendiri tidak bisa menentukan sikap. Siapa yang akhirnya dia pilih? GxG XOXO ❤️
