Tak memiliki dan tak tergenggam;
Aku memang sudah tak memiliki ragamu bahkan bila itu hatimu tak mungkin pula aku genggam.
Bagaimana aku bisa menggenggam bila kau tak pernah lagi memandang aku yang haus cinta mu itu dan selalu mengabaikan aku yang terlihat bodoh.
Dan meski aku sudah tak memiliki segala cinta dari mu dan segala isi hatimu lagi, aku yakin, masih ada aku di sana.
Terbesit jauh di ruang hati terdalammu.
Dan meski sangat jauh, aku pasti akan selalu hadir sebagai ingatan dan kenangan dalam memori berantakan masa lalu mu.
Entah pahit ataupun manis, aku adalah 'aku' yang pernah kau cinta.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Langit
PoesíaDia yang begitu jauh untuk di gapai. Terlalu dingin untuk dicairkan. Dan dia yang selalu menjadi objek kerinduanku. Kerinduan yang tak terbalaskan. -ketika rinduku memiliki banyak ruang untuk mereka yang telah singgah, entah sempat atau tidak pernah...
