Terimakasih, atas luka yang kau beri.
Terimakasih, atas rindu yang kau tanam.
Terimakasih, atas tawa yang kau ciptakan.
Terimakasih, atas senyum yang kau ukir.
Ini bukan salahku namun juga bukan salahmu. Tapi kisah kita yang memang harus berakhir. Bukan semata-mata karena bosan atau orang ketiga.
Namun kita yang sudah teralih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Langit
PoesíaDia yang begitu jauh untuk di gapai. Terlalu dingin untuk dicairkan. Dan dia yang selalu menjadi objek kerinduanku. Kerinduan yang tak terbalaskan. -ketika rinduku memiliki banyak ruang untuk mereka yang telah singgah, entah sempat atau tidak pernah...
