sungguh, aku tak ingin melihat ke arahmu lagi.
aku tak ingin melangkah mundur. aku tak ingin kembali terseret oleh luka-luka tak berdarah.
bolehkah aku pergi saja tanpa harus mengabarimu?
seperti yang sudah-sudah.
dan seperti hal kejam yang biasa kau lakukan terhadapku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Langit
PoetryDia yang begitu jauh untuk di gapai. Terlalu dingin untuk dicairkan. Dan dia yang selalu menjadi objek kerinduanku. Kerinduan yang tak terbalaskan. -ketika rinduku memiliki banyak ruang untuk mereka yang telah singgah, entah sempat atau tidak pernah...
