"pacar nya banyak. aku ga suka liat kamu" ketusku.
lalu, kau menoleh dengan tatapan mantap dan sedikit senyuman handalmu itu. manis.
"mungkin benar. dan ya banyak sekali perempuan disekitarku."
diam.
"tapi di hati ini, di bagian ini hanya ada satu wanita yang dicinta." imbuhnya sambil menunjuk-nunjuk dada nya itu.
"hahahah... dan ya itu semua hanya lelucon. sudah ah, jangan bermain hati denganku lagi. aku lelah. pergi saja." jawabku.
"mungkin sekarang terdengar sebagai lelucon. tapi nanti kamu akan lihat bagaimana cinta ini tumbuh."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Langit
PoésieDia yang begitu jauh untuk di gapai. Terlalu dingin untuk dicairkan. Dan dia yang selalu menjadi objek kerinduanku. Kerinduan yang tak terbalaskan. -ketika rinduku memiliki banyak ruang untuk mereka yang telah singgah, entah sempat atau tidak pernah...
