waktu kapan berdamai denganku?
semenjak kepergiannya, tak pernah seharipun aku habiskan tanpa merindu. kadang air mata ini terkuras dan mengering sangking lelahnya.
bisakah mempertemukan aku dan dirinya lagi?
sungguh, hanya kepulangannya yang menjadi dambaanku. aku benar-benar merindu dengan hebatnya. hati kecilku selalu menuntut untuk bersabar, dan kini aku kalah.
satu-satunya inginku hanya bertemu dirinya. melihat senyumannya, memandangi pemilik mata cokelat bening yang indah itu, lalu berlari kecil dan memeluknya erat-erat.
kamu yang disana, yang saat ini sedang aku rindukan, tolong jangan mematahkan semangatku. aku di sini selalu menunggu, cepat kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Langit
PoésieDia yang begitu jauh untuk di gapai. Terlalu dingin untuk dicairkan. Dan dia yang selalu menjadi objek kerinduanku. Kerinduan yang tak terbalaskan. -ketika rinduku memiliki banyak ruang untuk mereka yang telah singgah, entah sempat atau tidak pernah...